Ini Penyebab Orang Menjadi Sombong

Ada tujuh hal penyebab orang menjadi sombong. Ini penjelasannya

Sombong merupakan sifat merasa dirinya paling benar serta menganggap orang lain lebih rendah derajatnya. Sifat ini hanya pantas disandang oleh Tuhan yang mempunyai segala-galanya, Maha sempurna juga tak membutuhkan bantuan makhluknya.

Manusia ataupun makhluk lainnya tak pantas menyandang sifat yang khusus untuk Tuhan. Abu Sa’id Muhammad al-Hanafi dalam Kitab Bariqah al-Muhammadiyyah menjelaskan bahwa ada tujuh hal penyebab orang menjadi sombong.

Pertama, Ilmu. Orang yang berilmu seringkali terjangkiti penyakit hati berupa sombong, karena ia merasa lebih tahu daripada orang lain yang kemampuannya dibawah dirinya sehingga mudah meremehkan atau mengacuhkan orang lain.

Kedua, Ibadah. Kita tahu iblis itu ahli ibadah, merasa lebih pengalaman daripada manusia. Sikap sombongnya ini menjadikan ia celaka selama-lamanya.

Ketiga, Nasab. Diantara kebiasaan orang-orang Arab Jahiliyah adalah membanggakan leluhurnya, padahal kalau kita pikir yang mulia itu nenek moyangnya bukan dirinya, toh dirinya belum tentu bisa menyamai keberhasilan mereka. Untuk apa ia menyombongkan leluhurnya.

Keempat, Rupawan. Ini sebagai faktor seseorang menjadi angkuh tak mau bergaul dengan orang yang selevel dengan dirinya. Ketampanan maupun kecantikan merupakan anugerah yang harus disyukuri bukan untuk diingkari.

Kelima, Kuat. Seekor singa ditakuti semua hewan karena mempunyai kekuatan. Begitu juga fisik yang kuat seringkali menjadikan orang lain menjadi arogan dan mudah mengancam orang lain yang tak sependapat dengan dirinya.

Keenam, Harta. Kita pernah mendengar kisah Qarun yang masih kerabat Nabi Musa menjadi sombong, angkuh bahkan meremehkan perintah Nabi Musa akhirnya ditenggelamkan hartanya bersamanya.

Ketujuh, Pengikut. Orang yang memiliki pengikut yang banyak merasa dirinya banyak pendukung yang siap membantunya kapanpun, dimanapun. Hal ini seringkali menjadikan seseorang merasa jemawa.

Dari sini pentingnya menjaga diri dari sifat sombong karena pada hakikatnya manusia tak memiliki daya dan upaya bila Allah tak memberikannya segalanya.

Leave a Reply