Ini Tujuan Dzikir yang Jarang Diketahui Banyak Orang

Dzikir sebagai sarana untuk mengingat kepada Allah Dzat yang menciptakan segala-galanya baik melalui lisan maupun hati. Bila seseorang mampu mengkombinasikan lisan dan hati untuk fokus dalam berdzikir maka ia akan mendapatkan ketenangan ini

Dzikir sebagai sarana untuk mengingat kepada Allah Dzat yang menciptakan segala-galanya baik melalui lisan maupun hati. Bila seseorang mampu mengkombinasikan lisan dan hati untuk fokus dalam berdzikir maka ia akan mendapatkan ketenangan batin, ia merasa tenteram dekat dengan Tuhannya.

Orang yang selalu berzikir seolah selalu diawasi oleh-Nya dalam keadaan apapun baik kondisi duduk, berdiri maupun sedang tiduran sehingga perbuatannya sesuai dan terarah sesuai tuntunan. Dalam sebuah Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim

ﻭﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻣﻮﺳﻰ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ ﻗﺎﻝ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣﺜﻞ اﻟﺬﻱ ﻳﺬﻛﺮ ﺭﺑﻪ ﻭاﻟﺬﻱ ﻻ ﻳﺬﻛﺮ اﻟﻠﻪ ﻣﺜﻞ اﻟﺤﻲ ﻭاﻟﻤﻴﺖ
ﺭﻭاﻩ اﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻭﻣﺴﻠﻢ

Artinya: Diriwayatkan dari Abi Musa RA berkata: Nabi bersabda:”Perumpamaan orang yang selalu dzikir kepada Tuhannya dan orang yang tak berdzikir kepada Allah seperti orang yang hidup dan orang mati. (HR. Bukhari dan Muslim).

Menurut Imam al-Munawi dalam Faidhul Qadir menjelaskan bahwa
tanda orang yang cinta kepada Allah maka akan banyak menyebut nama-Nya karena pada dasarnya orang yang mencintai sesuatu maka akan banyak yang menyebut-Nya.

Dari pemaparan diatas dapat dipahami bahwa orang yang selalu mengingat kepada Allah diumpamakan seperti orang yang hidup. Sedangkan orang lupa kepada Tuhannya maka ia seperti orang yang  telah mati. Perumpamaan ini mengisyaratkan kepada manusia akan pentingnya mengingat kewajiban yang telah dibebankan kepadanya karena dzikir tidak terbatas hanya pada bacaan tertentu, bahkan shalat pun termasuk kategori dzikir.

Wallahu A’lam

Leave a Reply