Dalam sejarah Islam dikenal ada peristiwa penting yaitu perang badar. Saat itu, Umat Islam sangat tertekan karena kalah jumlah dibandingkan lawan yang jauh lebih banyak. Hal ini tak menjadikan surut atau mundur, justru Nabi berdoa dengan sangat serius kepada Allah agar diberikan kemenangan dan kemudahan dalam menghadapi musuh-musuhnya.

Nabi dan sahabat ketika berdoa dengan serius atau disebut istighatsah diabadikan dalam Al-Qur’an, Surat Al-Anfal: 9-10

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُم بِأَلْفٍ مِّنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ (9) وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ وَلِتَطْمَئِنَّ بِهِ قُلُوبُكُمْ ۚ وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِندِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (10

Artinya:”Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut”.Dan Allah tidak menjadikannya (mengirim bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Anfal:9-10).

Menurut Imam Suyuthi dalam Tafsir Jalalain menjelaskan tentang istighatsah adalah permintaan kepada Allah agar diberikan pertolongan berupa kemenagan menghadapi lawan. Sedangkan menurut Imam Ar-Razi dalam Tafsirnya Mafatih al-Ghaib menjelaskan bahwa istighatsah adalah meminta pertolongan seperti saat seseorang sedang terdesak dalam sebuah urusan dengan berdoa agar dimudahkan urusannya. Lebih lanjut, Ar-Razi menjelaskan bahwa ayat ini berisi tentang istighatsah yang dilakukan oleh dua golongan. Pertama, istighatsah yang dilakukan oleh Nabi sendiri, beliau berdoa,

اللهم أنجز لي ما وعدتني اللهم إن تهلك هذه العصابة لا تعبد في الأرض

Ya Allah, berikanlah pertolongan seperti yang engkau telah janjikan, jika segolongan kami ini hancur maka tak ada lagi yang menyembahmu di muka bumi ini.

Kedua, Istighatsah yang dilakukan oleh para Sahabat dengan mengamini doa yang telah dipanjatkan oleh Nabi secara keras sehingga mereka mendengarnya.

Setelah Nabi dan sahabat melakukan doa agar diberikan pertolongan (istighatsah) maka Allah memberikan dua keistimewaan.

Pertama, mendapatkankan kabar gembira (Busyra) atas bantuan berupa Malaikat yang diturunkan oleh Allah untuk membantu mereka dalam pertempuran.

Kedua, ketenangan hati. Dengan adanya Istighatsah ini sebagai sarana turunya pertolongan Allah berupa malaikat yang membantu mereka merupakan angin segar yang menjadikan ketenangan dan kesejahteraan.

Dari penjelasan ini, umat Islam ketika menghadapi urusan atau permasalahan yang berat dianjurkan untuk beristighatsah atau meminta pertolongan kepada Allah dengan sungguh-sungguh. Hal ini sebagai sarana dimudahkan urusannya oleh Allah serta diberikan ketenangan dalam menghadapi permasalahan yang ia hadapi.

Tafsir Surat Al-Anfal Ayat 9-10 tentang Tujuan Dianjurkan Beristighatsah
Tag pada:            

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *