Ini Tujuan Utama Al-Qur’an Diturunkan Terutama yang Jarang Dikaji oleh Banyak Orang - masholeh.com
0 views

Ini Tujuan Utama Al-Qur’an Diturunkan Terutama yang Jarang Dikaji oleh Banyak Orang

Al-Qur’an sebagaimana yang diketahui secara umum merupakan kitab suci terakhir yang diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi dan rasul pilihan-Nya yaitu Nabi Muhammad SAW sebagai penutup risâlah dari langit. Kitab ini selalu relevan disegala kondisi dan waktu yang bertujuan sebagai petunjuk (hidayah) dalam mengarungi kehidupan dunia menuju akhirat terutama ayat-ayat yang berkaitan dengan hukum baik yang berkaitan dengan

perbedaan ilmu al-qur'an dan ilmu tafsir

perbedaan ilmu al-qur'an dan ilmu tafsir

Al-Qur’an sebagaimana yang diketahui secara umum merupakan kitab suci terakhir yang diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi dan rasul pilihan-Nya yaitu Nabi Muhammad SAW sebagai penutup risâlah dari langit. Kitab ini selalu relevan disegala kondisi dan waktu yang bertujuan sebagai petunjuk (hidayah) dalam mengarungi kehidupan dunia menuju akhirat terutama ayat-ayat yang berkaitan dengan hukum baik yang berkaitan dengan ibadah maupun muamalah.

Menurut al-Ghazali, ayat yang berkaitan dengan hukum ada sekitar 500 ayat yang dikategorikan menjadi beberapa klasifikasi. Pertama, hukum tentang ibadah yang berkaitan dengan Allah sebagai Tuhan seluruh alam, dengan cara mengimani serta mentaati perintah-perintahnya baik yang wajib seperti Shalat, Puasa, Zakat, Haji, maupun yang Sunnahmisalnya shalat sunnah rawatib. Kedua, hukum yang berkaitan muamalah yang berkaitan dengan hubungan sesama manusia dengan manusia yang lain, baik individu maupun kelompok. Hal ini mencakup tentang hukum yang mengatur tentang keluarga, macam macam transaksi masalah ekonomi, serta juga dibahas hukum pidana maupun perdata yang berfungsi sebagai aturan manusia dalam bergaul dengan sesama sehingga tercipta hubungan yang harmonis sesama manusia.

Al-Qur’an diturunkan bukan sekedar dibaca, dipahami, dikaji saja namun harus dipraktekkan dalam kehidupan sehingga mampu membuat perubahan dari hal yang negatif menjadi positif, kejelekan berubah menjadi kebaikan. Untuk mewujudkannya dibutuhkan pemahaman yang benar akan tujuan pokok al-Qur’an. 

Ibrahim Al-Hafnawi dalam Dirasat Ushuliyyah fi al-Qur’an al-Karim berpendapat bahwa ada beberapa tujuan dasar al-Qur’an.

Pertama, untuk menegakkan keadilan kepada semua kalangan, baik pejabat maupun rakyat, konglomerat atau orang melarat, semua  sama di mata hukum. Ini bertujuan agar terwujud kesejahteraan yang merata di manapun manusia berada, terutama keadilan para penegak hukum, harus berani tajam keatas maupun ke bawah, begitu juga rakyat harus menerapkan keadilan dengan penguasa dengan cara mentaatinya ketika tidak bertentangan dengan agama maupun konstitusi negara.

Kedua, al-Qur’an menganjurkan untuk saling bermusyawarah. Abu Zahrah menyatakan bahwa Al Qur’an tidak menjelaskan tentang tata cara dalam bermusyawarah, hal ini bertujuan untuk memudahkan manusia dalam menentukan cara terbaik sesuai kondisi, maupun tempat.

Ketiga, mengajarkan untuk saling tolong-menolong.  Manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa hidup sendirian tanpa bantuan orang lain. Islam tidak hanya mengajarkan tentang masalah ibadah saja, namun mengajarkan tentang kehidupan sosial dimasyarakat, Allah menjadikan makhluknya dengan berbagai corak dan karakter, ada yang kaya, juga ada yang miskin, keduanya saling melengkapi, disebut orang kaya dikarenakan ada orang miskin, begitu juga sebaliknya.

Keempat, untuk menciptakan suasana kondusif di masyarakat, dengan menjaga kerukunan beragama, serta terwujudnya keamanan individu, kelompok dari segala ancaman atau teror yang meresahkan.

Kelima, memiliki i’tikad yang baik dari umara (para penguasa) dan ulama’ untuk selalu berusaha memperbaiki masyarakat demi terciptanya kemakmuran yang disegala lini kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *