Isi Wasiat Ma’ruf Al-Karkhi Yang Bikin Air Mata Meleleh

Ma’ruf Al-Karkhi seorang ulama besar yang dikenal karena memiliki doa yang ampuh. Makamnya selalu ramai dikunjungi oleh para peziarah.

Imam al-Qusyairi dalam Risalah al-Qusyairiyyahnya menjelaskan bahwa  orang tuanya awalnya beragama Nasrani kemudian masuk Islam. Hal ini berawal dari keinginan orang tuanya yang menitipkan anaknya untuk didik. Kemudian pendidiknya memberikan doktrin tentang trinitas, lantas ia tak mau mengikutinya dan menjawab:”Tuhan itu Maha Esa.”

Kejadian ini membuat sang pendidik geram lalu memukulnya dengan pukulan yang menyakitkan. Lantas Ma’ruf kabur dari tempat itu.

Orang tuanya menasehati dirinya:”Pulanglah nak! kamu bebas pilih agama yang kamu kehendaki, kami akan mengikutimu.”

Sejak kecil Ma’ruf sudah menunjukkan tanda-tanda kecerdasannya yang kelak menjadi orang ulama besar yang tak tergiur akan kemewahan dunia (Zuhud).

Terbukti menjelang wafatnya, ia berwasiat tentang hal yang mampu meneteskan air mata kesedihan. Wasiat itu berisi:

“Jika aku meninggal dunia maka sedekahkan bajuku, karena aku ingin keluar dari dunia ini dalam keadaan tak memakai busana seperti saat aku terlahir kedunia ini tanpa sehelai benang pun ”

Dari kisah ini dapat diambil hikmahnya yaitu Ma’ruf Al-Karkhi mengajarkan kepada kita agar beramal kebaikan sebanyak-banyaknya, karena harta yang menumpuk tak akan dibawa mati, apalagi jabatan yang tak abadi, maka dari itu jangan terlalu silau akan gemerlapan dunia ini.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *