Islam Kaffah: Nabi pun Memberi Salam Kepada Anak-anak

Ajaran Islam mengajarkan kerukunan serta penebar perdamaian bukan untuk menakut-nakuti apalagi mengajarkan permusuhan kepada sesama manusia. Buktinya Islam menekankan kesalehan sosial kepada orang lain terutama yang membutuhkan tak pandang bulu walau kepada mereka yang berbeda keyakinan, beda pendapat atau bahkan beda pilihan.

Nabi Muhammad Saw sebagai seorang rasul yang diutus kepada seluruh alam tidak hanya kepada manusia yang berada di Arab semata namun kepada semua manusia baik kulit putih maupun hitam, tak terbatas kepada satu suku semata namun kepada semuanya bahkan kepada bangsa jin sekaligus.

Salah satu bukti prilaku terpuji Nabi adalah tak malu memulai memberikan salam kepada siapapun walau kepada anak-anak. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi,

عن أنس رضي الله عنه أنه مر على صبيان فسلم عليهم وقال: كان رسول لله صلى الله عليه وسلم يفعله. متفق عليه

Diriwayatkan dari sahabat Anas Radhiyallahu Anhu, suatu ketika ia melewati sekumpulan anak-anak kemudian beliau memberikan salam kepada mereka. Sahabat Anas berkata: Rasulullah juga melakukan hal itu( yaitu memberikan salam kepada mereka). (Muttafaqun Alaihi).

Syeh Ibnu Alan dalam Dalil Al-Falihin mengutip pendapat Syeh al-Kirmani yang menjelaskan bahwa hadist diatas menjelaskan prilaku terpuji Nabi yang patut diikuti oleh umatnya terutama agar menyayangi anak-anak dengan memulai memberikan salam. Pada hakikatnya salam merupakan doa agar diberikan keselamatan dari berbagai macam musibah atau hal-hal yang tak mengenakkan.

Dari sini dapat dipahami bahwa ajaran Islam sangat santun, selalu menganjurkan kebaikan kepada siapapun, walau kepada anak-anak sekalipun, maka dari itu jangan merasa paling islami bila akhlak kita belum bisa menyayangi sesama manusia.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *