Islam Menganjurkan Kreativitas Diri

Islam sebagai sebuah agama tak hanya mengurusi persoalan Akidah dan Syariat semata, namun menganjurkan Umatnya agar selalu produktif dalam mencari penghidupan atau mendapatkan penghasilan sendiri dengan mengembangkan kreativitas, kemandirian dalam berwirausaha.
Hal ini sesuai dengan Hadits Nabi,

ﻭﻋﻦ اﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﻗﺎﻝ ﺳﺌﻞ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻱ اﻟﻜﺴﺐ ﺃﻓﻀﻞ ﻗﺎﻝ ﻋﻤﻞ اﻟﺮﺟﻞ ﺑﻴﺪﻩ ﻭﻛﻞ ﺑﻴﻊ ﻣﺒﺮﻭﺭ
ﺭﻭاﻩ اﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ ﻓﻲ اﻟﻜﺒﻴﺮ ﻭاﻷﻭﺳﻂ ﻭﺭﻭاﺗﻪ ﺛﻘﺎﺕ

Artinya: Diriwayatkan Ibnu Umar berkata: Nabi ditanya tentang pekerjaan yang paling utama. Nabi menjawab: pekerjaan seseorang dengan kreativitas sendiri, dan segala jual beli yang baik. (HR. Thabrani dalam kitab al-Kabir dan al-Ausat. Para perawinya dapat dipercaya.

Menurut Imam Ragib al-Asfihani dalam Mufradat fi Gharib al-Qur’an menjelaskan bahwa kata “al-Kasbu” berarti usaha yang dilakukan manusia untuk mendapatkan manfaat, baik dari pekerjaan yang akan menghasilkan pemasukan secara finansial.

Imam al-Munawi dalam kitab Faidhul Qadir menjelaskan bahwa keutamaan mata pencaharian yaitu segala kreativitas yang dilakukan sendiri sehingga menghasilkan pemasukan yang mampu mencukupi kehidupan sehari-hari. Hal ini bertujuan untuk membangun kemampuan diri seperti yang dilakukan oleh para Nabi terdahulu. Begitu juga segala macam jual beli yang telah diatur oleh agama.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa Islam mengajarkan segala kreativitas bagi pemeluknya untuk dapat menghidupi diri sendiri dan keluarga dengan segala macam bentuk usaha yang tak ada unsur penipuan serta tak merugikan orang lain.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *