Kematian, kubur

Izzuddin bin Abdussalam Mencabut Pendapatnya Setelah Ia Wafat

Kisah

Setelah manusia meninggal dunia, ia memasuki alam baru yaitu alam Barzah. Alam ini sebagai penantian menuju akhirat. Uniknya manusia sering berdebat mengenai tentang pahala yang dihadiahkan kepada orang yang telah meninggal sampai atau tidak. Semuanya berdasarkan dalil yang dipegang masing-masing.

Imam Suyuthi dalam Kitab Syarhi As-Shudur fi Hal al-Mauta wal Qubur mengutip pendapat Imam Qurtubi yang menjelaskan bahwa Sulthan Ulama, Izzuddin bin Abdussalam semasa hidupnya berpendapat bahwa pahala bacaan Quran kepada orang yang meninggal tak akan sampai.

Ketika ia meninggal, Salah satu sahabatnya bermimpi bertemu dengannya dan bertanya kepadanya:” bukankah Anda dulu berpendapat bahwa pahala bacaan Quran tak sampai kepada orang yang sudah meninggal bila dihadiahkan kepadanya? bukankah demikian?”

Lantas ia menjawab:”Itu pendapatku dulu waktu didunia, sekarang sudah aku cabut pendapat itu karena saya melihat anugerah yang telah diberikan Allah kepadaku dan saya merasakan betul pahala bacaan Quran yang dihadiahkan kepadaku.”

Dari kisah diatas dapat disimpulkan bahwa pahala bacaan Quran kepada orang yang telah meninggal dunia ternyata sampai. Maka jangan mudah menyalahkan orang lain yang berbeda pendapat, terutama urusan akhirat yang menjadi teka-teki kehidupan yang menjadi rahasia Allah.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

http://www.masholeh.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *