Jadikan Menulis sebagai Ladang Amal

Para penulis walau sudah ditelan bumi namun selalu menyapa bagi pembaca karya-karyanya. Seseorang akan selalu dikenal walau ia hanya rakyat jelata yang pekerjaannya pembuat batu bata. Sebaliknya pejabat atau tokoh masyarakat yang tak pernah berkarya maka sedikit yang mengenal kebaikannya.

Para penulis walau sudah ditelan bumi namun selalu menyapa bagi pembaca karya-karyanya. Seseorang  akan selalu dikenal walau ia hanya rakyat jelata yang pekerjaannya pembuat batu bata. Sebaliknya pejabat atau tokoh masyarakat yang tak pernah berkarya maka sedikit yang mengenal kebaikannya.

Syeh Abdullah Muhammad al-Maqdisi dalam kitab Ahsan at-Taqasim fi Mak’rifat al-Aqalim menjelaskan pentingnya menulis atau berkarya karena banyak manfaatnya.

ما زالت العلماء ترغب في تصنيف الكتب لئلّا تدرس آثارهم، ولا تنقطع أخبارهم

Para ulama’ senantiasa senang untuk mencurahkan waktunya untuk mengarang buku dengan tujuan agar karya-karyanya selalu dikaji, dipelajari serta kisah-kisah mereka tak hilang.

Baca juga: http://masholeh.com/kuliah-tak-menjamin-kesuksesan-seseorang/

Dari sini, menulis merupakan kegiatan yang berdampak positif bagi dirinya dan orang setelahnya juga sebagai salah satu cara mensyukukuri nikmat berupa waktu. Dalam sebuah hadist dijelaskan bahwa ada beberapa nimat yang sering dilupakan oleh manusia, yaitu:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ. رَوَاهُ البُخَارِيُّ

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA berkata: Nabi Muhammad SAW bersabda:”ada dua nikmat yang sering dilupakan oleh manusia yaitu kesehatan dan waktu luang. (HR. Bukhari).

Baca juga: http://masholeh.com/belajar-menejemen-waktu-dari-imam-syafii/

Dalam sejarah islam, kita mengenal tentang tokoh-tokoh besar yang berkontribusi banyak kepada agama seperti imam Bukhari sebagai penulis kitab Shahih bukhari, imam Muslim  pengarang kitab Shahih Muslim, imam Thabari pengarang tafsir yang menjadi rujukan umat islam yaitu dikenal tafsir Thabari, imam Ghazali dikenal sebagai penulis produktif terutama karya monumentalnya dalam bidang tasawuf yaitu kitab Ihya’ Ulumiddin. Ibnu sina dikenal dalam pakar kedokteran atas karyanya yaitu al-Qanun, dan lainnya.

Mereka walau sudah meninggal ribuan tahun, namanya masih harum sampai saat ini dikarenakan mereka pakar dalam berbagai disiplin keilmuan juga mau mendokumentasikan karya-karyanya sehingga bermanfaat dan juga sebagai ladang pahala jariyah.

Baca juga: http://masholeh.com/proses-parenting-membutuhkan-waktu/

Dari sini, pentingnya mencatat, menulis berbagai disiplin keilmuan yang kita kuasai agar bermanfaat bagi kelestarian khazanah keilmuan juga sebagai bukti kontribusi bagi nusa dan bangsa bahkan bagi agama.

Leave a Reply