4 Penyebab Hati Menjadi Keras, diantaranya tentang Makanan

Manusia menjadi baik maupun buruk tergantung dari sumber yang menggerakkan dirinya, yaitu hati.
Bila hati seseorang baik maka semua anggotanya akan baik, sebaliknya bila hati dipenuhi dengan hal-hal yang negatif, maka semuanya akan menjadi kurang baik.

Abu Al-Lais as-Samarkandi dalam kitab Tanbih al-Ghafilin memaparkan tentang penyebab hati menjadi keras, tak mudah menerima kebenaran disebabkan empat hal ini, yaitu:

ﻗﺴﻮﺓ اﻟﻘﻠﺐ ﻣﻦ أربعة أشياء: ﺃﻭﻟﻬﺎ: ﺑﻄﻦ ﻣﻤﺘﻠﺊ، ﻭاﻟﺜﺎﻧﻲ: ﺻﺤﺒﺔ ﺻﺎﺣﺐ اﻟﺴﻮء، ﻭاﻟﺜﺎﻟﺚ: ﻧﺴﻴﺎﻥ اﻟﺬﻧﻮﺏ اﻟﻤﺎﺿﻴﺔ، ﻭاﻟﺮاﺑﻊ: ﻃﻮﻝ اﻷﻣﻞ

Artinya: Hati menjadi keras disebabkan empat hal. Pertama, perut yang selalu kenyang. Kedua, berteman dengan orang yang prilakunya kurang baik. Ketiga, Lupa akan dosa yang telah berlalu. Keempat, terlalu berangan-angan.

Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa hati manusia selalu berubah-ubah mengikuti kondisi yang dirasakan dan mudah terpengaruh dengan keadaan, salah satunya disebabkan hal berikut:

Pertama, perut yang selalu kenyang. Hal ini sebagai penyebab seseorang malas mengerjakan sesuatu, karena bila perut penuh dengan makanan akan terasa kantuk dan ingi tidur, padahal itu akan mengurangi keberkahan hidupnya. Maka dari itu, penting menjaga diri agar tak berlebihan dalam mengkonsumsi makanan.

Kedua, berteman dengan orang yang kurang baik prilakunya akan membawa dampak yang signifikan bagi dirinya, karena watak buruk akan mudah mempengaruhi orang lain, maka dari itu penting bagi seseorang untuk memilih dan memilah teman yang baik agar hidupnya semakin menarik.

Ketiga, Melupakan dosa yang telah berlalu akan membuat seseorang menjadi gegabah, serta akan mengulangi lagi kesalahan ataupun dosa yang ia pernah lakukan. Maka penting kiranya mencatat kesalahan agar tak terulang di masa depan.

Keempat, Terlalu berangan-angan kosong akan menjadikan seseorang malas dalam berusaha, karena ia hanya membayangkan enaknya saja tanpa mengedepankan proses usaha, sehingga dirinya selalu terpukau dengan keberhasilan orang lain tanpa melihat proses, lika-liku yang dihadapi.

Keempat hal itu sebaiknya dijauhi agar hidupnya menjadi baik, disebabkan hatinya yang mudah menerima kebaikan dan kebenaran.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *