Jika Kamu Ingin Mulia, Jangan Remehkan Golongan Ini - masholeh.com
0 views

Jika Kamu Ingin Mulia, Jangan Remehkan Golongan Ini

Islam mengajarkan kebaikan kepada siapapun, orang tua atau yang muda, laki-laki atau perempuan, perjaka atau duda, perawan atau duda, rakyat atau pejabat, konglomerat atau orang melarat. Ini bertujuan agar tercipta keharmonisan sesama manusia dengan yang lain.

hidup nikmat, ar razi

hidup nikmat, ar razi

Islam mengajarkan kebaikan kepada siapapun, orang tua atau yang muda, laki-laki atau perempuan, perjaka atau duda, perawan atau duda, rakyat atau pejabat, konglomerat atau orang melarat. Ini bertujuan agar tercipta keharmonisan sesama manusia dengan yang lain.

Kehancuran sebuah peradaban manusia disebabkan terlalu sering meremehkan kebaikan sekecil apapun atau menganggap kejahatan kecil tak ada dampak negatifnya. Imam Thabrizi dalam kitab an-Nasihat Li ar-Ra’i wa ar-Ra’iyyah mengutip perkataan seorang Ulama’ yang bernama Abdullah bin Mubarak berkata,

ﺣﻖ ﻋﻠﻰ اﻟﻌﺎﻗﻞ ﺃﻥ ﻻ ﻳﺴﺘﺨﻒ ﺑﺛﻼﺛﺔ: اﻟﻌﻠﻤﺎء؛ ﻭاﻟﺴﻠﻄﺎﻥ، ﻭاﻹﺧﻮاﻥ؛ ﻓﺈﻧﻪ ﻣﻦ اﺳﺘﺨﻒ ﺑﺎﻟﻌﻠﻤﺎء ﺫﻫﺒﺖ ﺁﺧﺮﺗﻪ، ﻭﻣﻦ اﺳﺘﺨﻒ ﺑﺎﻟﺴﻠﻄﺎﻥ ﺫﻫﺒﺖ ﺩﻧﻴﺎﻩ، ﻭﻣﻦ اﺳﺘﺨﻒ ﺑﺎﻹﺧﻮاﻥ ﺫﻫﺒﺖ ﻣﺮﻭءﺗﻪ

Orang yang berakal tak boleh meremehkan tiga golongan ini. Pertama, Ulama’. Kedua, Umara’ (pemerintah). Ketiga, Teman. Orang yang meremehkan Ulama’ maka akan terhalang urusan akhirat. Sedangkan orang yang meremehkan pemerintah maka akan terhalang urusan dunianya dan orang yang seringkali merendahkan temannya maka akan hilang harga dirinya.

Penjelasan ini mengisyaratkan kepada manusia agar tak mudah merendahkan, meremehkan orang lain karena hal itu akan menghalangi untuk mendapatkan kebaikan dan kemuliaan di dunia. Dalam urusan akhirat selayaknya seseorang bertanya, belajar tentang arti kehidupan. Begitu juga  dalam urusan duniawi, siapapun pemerintahan yang sah wajib dihormati bila tidak akan terhalang dalam banyak hal terutama dalam perizinan, surat dokumen penting maupun yang lain.

Dari sini, pentingnya menjaga dan menghormati orang lain agar hidupnya menjadi orang alim bukan menjadi orang yang lalim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *