shalat jenazah

Kafan Mayyit Ada Najisnya, Bolehkah Menyalatinya?

Kewajiban seorang muslim saat ada yang meninggal dunia adalah memandikan, mengkafani, menyalati dan menguburkannya sesuai tuntunan Islam.

Setelah mayyit dikafani ternyata ada najis yang di kain kafan maka timbul pertanyaan, bolehkan menyalati mayyit yang ada najisnya? Kemudian batasan mayyit harus dalam kondisi suci sampai setelah shalat atau saat dikuburkan?

Baca juga: http://masholeh.com/benarkah-mayyit-mengetahui-orang-yang-menziarahinya/

Imam Ramli dalam Fatawanya menjelaskan

بأنه لا تصح الصلاة على الميت وفي كفنه نجاسة غير معفو عنها ظاهرة أو خفية ويشترط في الكفن طهارته إلى انتهاء الصلاة عليه

Bahwasanya shalat mayyit tak sah bila kain kafannya ada najis yang tak dimaafkan baik terlihat dengan jelas arau samar. Dan disyaratkan kain kafan dalam keadaan suci sampai selesai menyalatinya.

Baca juga: http://masholeh.com/hukum-menshalati-mayyit-non-muslim/

Dari penjelasan ini, sebaiknya orang yang mengkafani lebih jeli lagi untuk memeriksa kesucian kafan maupun menutup bagian aurat yang dikhawatirkan mengeluarkan najis secara baik karena akan berdampak terkait sahnya shalat mayyit.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *