Ibadah shalat sujud ruku', ikhlas

Kajian Islam tentang Tauhid

Tauhid merupakan Masdar yang berasal dari akar kata wahhada Yuwahidu Tauhidan artinya mengesakan Tuhan. Jadi tauhid adalah pengakuan diri bahwa Tuhan pencipta alam semesta ini maha Esa, Tunggal tak beranak maupun diperanakkan.

 

Sedangkan ilmu tauhid adalah ilmu yang membahas yang berkaitan  tentang masalah keyakinan kepada Tuhan, Malaikat, Kitab, Rasul dan hari akhir maupun yang lain.

 

Misi para Nabi dan Rasul dikirim untuk berdakwah kepada umatnya bertujuan agar mengenal kepada penciptanya yaitu Allah dzat yang Maha Esa tak ada yang menyekutukan-Nya bahkan tak ada yang mampu menandingi kekuasaannya.

 

Sayangnya, kebanyakan manusia tak mau menerima kebenaran ini malah ia mengikuti hawa nafsunya dengan cara tak beriman kepada penciptanya serta tak mau menggunakan akal sehatnya untuk berfikir akan ciptaan alam semesta ini sebagai petunjuk adanya Sanga pencipta.

 

Dalil-dalil Keesaan Allah (Tauhid)

 

Ada banyak ayat dalam Al Qur’an yang menjelaskan bahwa Allah Tuhan semesta alam merupakan Tuhan yang Maha Esa, diantaranya:

 

Pertama, Surat Al Ikhlas ayat 1 yang berbunyi:

 

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

 

Artinya: Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa.

 

Kedua, dalam surat Al Baqarah ayat 163 yang berbunyi: 

 

وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ

 

Artinya: Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

 

Ketiga, dalam surat Al Hajj ayat 34 yang berbunyi

 

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۗ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا ۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ

 

Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).

 

Dan masih banyak lagi ayat yang berkaitan dalil sebagai bukti keesaan Allah. Dari sini, peranan tauhid sangat penting bagi kehidupan sebagai dasar keimanan seseorang yang harus dipertahankan sampai ajal menjemput dirinya.

 

Peranan Ilmu Tauhid bagi Kehidupan seorang Muslim

 

Imam Abu Thalib Al Makki dalam kitab Qutul Qulub menjelaskan bahwa ilmu tauhid atau ilmu tentang sifat-sifat ketuhanan sangat berbeda dengan ilmu-ilmu yang lain. Perbedaan dalam berbagai bidang disiplin keilmuan secara lahiriah merupakan rahmat. Hal ini sangat bertolak belakang  dengan ilmu tauhid, jika terjadi perbedaan di dalamnya maka bisa masuk kategori sesat dan termasuk bid’ah.

 

Ilmu Tauhid sangat diperlukan bagi kehidupan umat manusia, kenapa demikian?

 

Alasannya adalah ilmu tauhid merupakan dasar keyakinan dari lubuk hati serta berdasarkan logika manusia  kepada Tuhannya. 

 

Dengan adanya ilmu tauhid atau mengesakan Allah maka manusia akan bertambah yakin akan adanya Tuhan serta berusaha tak menyamakan bahkan menyekutukan-Nya dengan ciptaan-Nya serta berusaha untuk taat menjalankan perintah-perintahnya sesuai yang diajarkan oleh para utusan-Nya.

 

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)