#KajianRiyadhusSholihin: Biografi Imam Nawawi, Ulama panutan Umat Islam

Ilmu sebagai lentera kehidupan yang mampu menerangi jalan kegelapan berupa ketidaktahuan diri akan banyak hal. Dengan ilmu seseorang mampu membedakan kebaikan dan keburukan serta menuntun menuju arah yang lebih baik.

Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar pernah memberikan nasehat kepada para juru dakwah, para guru yang mentransfer ilmu kepada murid-muridnya agar mampu menempatkan diri serta tak berlebihan dalam memberikan materi sehingga para jama’ah, murid-muridnya menjadi bosan sehingga menjadi malas menerima ilmu yang disampaikan.

sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam Muslim

ﻋﻦ ﻋﻤﺎﺭ ﺑﻦ ﻳﺎﺳﺮ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﻗﺎﻝ: ﺳﻤﻌﺖ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ (ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ) ﻳﻘﻮﻝ: ” ﺇﻥ ﻃﻮﻝ ﺻﻼﺓ اﻟﺮﺟﻞ ﻭﻗﺼﺮ ﺧﻄﺒﺘﻪ ﻣﺌﻨﺔ ﻣﻦ ﻓﻘﻬﻪ، ﻓﺄﻃﻴﻠﻮا اﻟﺼﻼﺓ ﻭاﻗﺼﺮﻭا اﻟﺨﻄﺒﺔ ” رواه مسلم

Diriwayatkan dari Ammar bin Yasir Radhiyallahu Anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya panjangnya shalat seseorang serta singkatnya khutbah sebagai petunjuk mendalam akan pengetahuan fikih seseorang maka dari itu perpanjang shalat dan ringankanlah khutbah. (HR. Muslim).

Dari penjelasan ini dapat dipahami bahwa seorang ustadz, guru, penceramah harus mengetahui situasi dan kondisi jama’ah, murid-muridnya masih siap menerima ilmu atau sudah merasa bosan. Dan yang paling penting adalah menyampaikan materi sesuai kemampuan mereka sehingga materi mudah diserap dan menjadi bermanfaat.

Kajian Riyadhus Sholihin: Biografi Imam Nawawi, Ulama panutan Umat Islam

https://www.youtube.com/channel/UCnAk6ymLTN8rTAx3yWsoOLA?view_as=subscriber
Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *