Renungan

Kategori Nikmat Dunia Menurut Imam Al-Ghazali

Allah telah menganugerahkan nikmat yang banyak sekali kepada manusia, terutama kesehatan dan kesempatan, sayangnya manusia seringkali lupa akan hal itu. Biasanya mereka tersadar bila nikmat itu mulai dicabut dari dirinya, sehingga ia merasakan penyesalan yang mendalam.

Nikmat dunia tak hanya terbatas akan materi saja, namun ada yang tak berupa materi, yaitu adanya ketenangan dan kepuasan dalam hati sehingga ia tak mudah mengeluh kepada orang lain, serta merasa cukup dengan yang ia miliki.

Imam Al-Ghazali dalam kitab Minhaj al-Abidin menjelaskan bahwa Nikmat dunia terbagi menjadi dua bagian.

Pertama, Nikmat yang berupa kemanfaatan. Allah memberikan Nikmat ini berupa kebaikan dan hal-hal yang bermanfaat, misalnya: fisik yang kuat, akal yang cermat, serta muka yang enak dilihat. Juga hal-hal yang enak dirasakan, baik berupa makanan, minuman, pakaian, bahkan nikmatnya pernikahan.

Kedua, Nikmat yang berupa keselamatan dari hal-hal yang berbahaya bagi diri kita maupun kepada orang lain, atau terhindar dari kejahatan yang dibuat oleh manusia, hewan, maupun makhluk yang tak kasat mata misalnya terhindar dari godaan jin dan Syaitan.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa kenikmatan dunia lingkupnya cukup luas tak hanya dari segi materi maupun non materi, maka untuk menjaga kenikmatan itu dibutuhkan sikap untuk bersyukur kepada Dzat yang telah memberikan segalanya dan berterimakasih kepada orang yang telah membantu kesuksesannya.

Bagikan

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *