Keistimewaan Langit karena Dihiasi 7 Hal Ini

Allah menciptakan segala sesuatu pasti menyimpan hikmah di dalamnya. Salah satu ciptaannya yaitu langit bumi seisinya. Bila manusia mau berfikir akan kekuasaan-Nya niscaya akan menambah tebal keimanannya dan semakin mengenal akan Sang Penciptanya.

Langit semakin indah pada malam hari jika bintang-bintang bertaburan dimana-mana, semakin  menambah daya tarik bagi yang memandangnya. Ini membuktikan bahwa Sang Pencipta mampu meciptakan segala-galanya, tinggal manusia mampu mengambil hikmah yang ada didalamnya atau tidak.

Imam Ar Razi dalam tafsirnya mengupas tentang 7 hal yang menghiasi langit.

Pertama. Allah menghiasi langit dengan bintang-bintang yang saling berkilauan di malam hari.

Hal ini sesuai ayat yang berbunyi:

وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِّلشَّيَاطِينِ ۖ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ (5

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala. (QS. Al Mulk: 5).

Imam Suyuti dalam Tafsirnya yang berjudul Durrul Mantsur mengutip pendapat Imam Qatadah yang:

إن الله إنما جعل هذه النجوم لثلاث خصال جعلها زينة للسماء وجعلها يهتدى بها وجعلها رجوما للشياطين

Sesungguhnya Allah menciptakan bintang-bintang untuk tiga tujuan. Pertama, untuk menjadi hiasan langit. Kedua, sebagai petunjuk arah. Ketiga, sebagai pelempar syaithan.

Kedua. Allah menghiasi langit dengan bulan.

وَجَعَلَ الْقَمَرَ فِيهِنَّ نُورًا وَجَعَلَ الشَّمْسَ سِرَاجًا (16

Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan sebagai pelita. (Nuh: 16).

Baca juga:

Ketiga. Langit dihiasi oleh Matahari.

وَجَعَلَ الْقَمَرَ فِيهِنَّ نُورًا وَجَعَلَ الشَّمْسَ سِرَاجًا (16

Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita. (Nuh: 16).

Keempat. Langit bertambah sempurna dikarenakan ada Singgasana (Arasy) Tuhan.

فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ (116

Artinya: Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia. (QS. Al Mukminun: 116).

Kelima. Kursinya (kekuasaan Tuhan) meliputi langit dan bumi.

وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ (255

Artinya: Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS. Al Baqarah: 255).

Keistimewaan Langit karena Dihiasi 7 Hal Ini

Keenam. Lauh Mahfudh (catatan semua makhluk) ada di langit.

فِي لَوْحٍ مَّحْفُوظٍ (22

yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh. (QS. Al Buruj: 22).

Ketujuh. Allah menghiasi langit dengan adanya Qalam.

ن ۚ وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ (1

Artinya: Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis. (Al Qalam: 1).

Salah satu cara agar keimanan seseorang meningkat harus selalu menambah daya dengan memperbanyak bertafakur akan ciptaan-Nya.

Hal ini sesuai anjuran Ayat yang berbunyi,

إِنَّ فِي اخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمَا خَلَقَ اللَّهُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَّقُونَ (6

Artinya:
Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa.
 (QS. Yunus: 6)

Menurut imam Ar-Razi dalam tafsirnya Mafatih al-Ghaib menjelaskan bahwa ayat diatas menunjukkan bahwa Allah memperlihatkan tanda-tanda kekuasaannya berupa pergantian langit dan bumi, menciptakan matahari dan rembulan sehingga mudah mengenali siang dan malam dengan tujuan agar manusia mau mengesakan serta selalu mengabdi kepada-Nya.

Baca juga:

Dalam tafsir Jalalain dijelaskan bahwa ayat ini memperlihatkan tanda keagungan-Nya meliputi ciptaan Allah yang ada di langit meliputi malaikat, bulan, matahari, bintang dan lainnya juga makhluk yang ada di bumi meliputi hewan, gunung, lautan, sungai, pepohonan dan lainnya.

Tanda-tanda keagungan-Nya ini
ditujukan untuk orang yang bertakwa dengan alasan bahwa mereka orang yang mampu mengambil manfaat dan ibarat dari segala yang telah Ia ciptakan.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)