Hikmah

Keistimewaan orang yang Menyayangi Fakir Miskin

Kehidupan di dunia akan terasa bermakna bila manusia saling melengkapi, mengerti dan peduli dengan lingkungan sekitar, terutama kepada orang-orang yang sangat membutuhkan pertolongan kita.

Manusia yang baik adalah yang mampu mengkombinasikan kesalehan individual dengan Tuhannya dan keshalehan sosial terhadap sesama manusia.

Ibnu Al-Mulaqqin dalam Tabaqat al-Aulia mengutip perkataan seorang Ulama yang bernama Ahmad bin Al-Khadzrawaih Al-Balkhi yang menjelaskan bahwa orang yang mau peduli dengan Fakir miskin akan mendapat tiga kemuliaan, yaitu:

Pertama, Allah akan menjadikan dirinya orang yang tawadhu'(rendah hati) tak sombong, sehingga ia menjadi orang yang diberikan kasih sayang dan ia kan diangkat derajatnya dihadapan Allah dan Makhluk-Nya.

Kedua, Akhlaknya semakin bertambah baik. Bila seseorang mau peduli dengan Fakir miskin, ia akan merasakan problematika kehidupan dengan segala kekurangan seperti yang mereka hadapi sehingga hal ini membentuk karakternya menjadi orang baik dan menjadi orang yang peduli.

Ketiga, ia akan menjadi orang yang dermawan. Ia mengetahui pentingnya berbagi kepada mereka. Ia sadar bila tak ada yang peduli akan nasib mereka akan terjadi kemerosotan mental, maka dari itu uluran tangan seberapa kecil sebagai bentuk penghargaan terhadap mereka.

Allah menciptakan manusia ada yang kaya dan miskin agar saling melengkapi. Orang kaya merasa cukup dengan hartanya, sedangkan orang fakir miskin merasa cukup tenang dengan kekuatan doanya. Keduanya saling membutuhkan, dan saling melengkapi satu dan yang lainnya.

Bagikan

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *