Kekhawatiran Nabi saat Umatnya Sudah Tak Peduli Halal-haram

Seiring berjalannya waktu, manusia akan mengalami degradasi mental, akhlak serta hilangnya kepedulian dan kepekaan sekitar. Ia akan lebih mementingkan dirinya sendiri, keluarga, maupun golongannya sendiri dan sudah tak memikirkan kebaikan masyarakat. Hal ini muncul karena pengaruh banyak faktor diantaranya adalah adanya kesenjangan dalam urusan sosial dan ekonomi yang mempengaruhi pola pikir hidup seseorang.

Untuk mendapatkan sesuatu misalnya uang, seseorang sudah tak pernah berfikir cara untuk mendapatkannya sesuai tuntunan atau tidak. ilmu fikih dianggap basi padahal itu sebagai kunci dalam meraih keuntungan duniawi dan ukhrawi. Realita ini seperti dalam sebuah Hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari,

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ، ﻋﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﻗﺎﻝ: «ﻳﺄﺗﻲ ﻋﻠﻰ اﻟﻨﺎﺱ ﺯﻣﺎﻥ، ﻻ ﻳﺒﺎﻟﻲ اﻟﻤﺮء ﻣﺎ ﺃﺧﺬ ﻣﻨﻪ، ﺃﻣﻦ اﻟﺤﻼﻝ ﺃﻡ ﻣﻦ اﻟﺤﺮاﻡ. رواه البخاري

Artinya: Diriwayatkan dari Abi Hurairah RA, Nabi bersabda:”Akan datang kepada manusia suatu masa, seseorang sudah tak memperdulikan apa yang dapatkan dari sesuatu yang halal maupun haram. (HR. Bukhari)

Dari penjelasan ini, penting kiranya seseorang menjadikan syariat sebagai acuan dalam hidupnya bukan hawa nafsunya karena akan membawa keberuntungan di dunia dan akhirat serta akan selamat dari dari berbagai macam godaan.

Fenomena akhir-akhir ini cukup menghawatirkan, ilmu fikih mulai tercerabut dari akarnya sehingga sedikit sekali orang yang mampu memahami ajaran agama dengan baik, kebanyakan manusia hanya berpatokan hawa nafsu sehingga sudah tak mampu membedakan tontonan dan tuntunan, kebaikan dan keburukan, yang haram dan yang remang-remang.
Maka dari itu kuatkan pondasi ilmu agama agar menjadi manusia yang utama.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *