kenali Bisikan dalam Hatimu

Kenali Bisikan-Bisikan dalam Hatimu

Seringkali kita mendengar berita yang menghebohkan tentang orang yang mengaku menjadi Nabi palsu, terutama di Indonesia seperti Ahmad Musadek, Lia Eden, dll. Mereka menganggap telah mendapatkan bisikan wahyu yang dibawa oleh Malaikat, setelah mereka bertapa di gunung atau menyendiri(Uzlah) di tempat sepi yang jauh dari hiruk pikuk masyarakat. Padahal bisikan atau wangsit yang ia dapatkan bisa saja datangnya dari Jin atau Syaitan, sehingga pemahaman Agama dan akal sehatnya tidak dipakai sebagai  pijakan tolak ukur sebuah kebenaran. Akhirnya mereka terbujuk rayuan godaan yang menyesatkan.

Empat kategori bisikan hati

Seorang ulama besar yang bernama Imam Qusyairi dalam kitab Risalahnya memaparkan bahwa bisikan hati atau dikenal الخواطر ada empat kategori:

Pertama. Ilham yaitu bisikan yang datangnya dari Malaikat, hal ini bisa diketahui dengan adanya kecocokan atau kesesuaian dengan ajaran Agama, misalnya: ada ajakan dalam hati kita untuk melakukan Shalat berjamaah atau ibadah lain, yang itu semua merupakan perintah Agama, maka bisikan semacam ini termasuk kategori Ilham.

Kedua.  Al Hawajis (الهواجس yaitu bisikan hati yang datangnya dari Nafsu. Cara untuk mengetahuinya adalah mengajak kepada hal yang berbau Syahwat (keinginan yang berlebihan) dalam berbagai hal, mulai makan, minum, berpakaian yang melampaui batas kewajaran.

Hal ini sesuai dengan Al Qur’an yang berbunyi:

وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي ۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَّحِيمٌ (53)

Artinya: Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.(Q.S Yusuf:53)

Izzuddin bin Abdissalam dalam Tafsirnya menjelaskan bahwa: Sesungguhnya Nafsu mengajak atau mengarahkan untuk berbuat kejahatan, bila sudah dikuasai Syahwat (keinginan yang berlebihan).

KetigaWaswas yaitu bisikan hati yang berasal dari pengaruh Syaitan. Ini bisa dideteksi melalui adanya ajakan untuk berbuat maksiat atau larangan agama. Dalam Al Qur’an Surat An Nas dijelaskan bahwa: Syaitan selalu membisikkan kejahatan melalui dada manusia atau hati, karena hati sebagai pusat untuk mempengaruhi anggota tubuh yang lain, ketika hati manusia sudah dikuasai Syaitan, maka dengan mudah ia melakukan segala bentuk larangan.

Baca juga: Benarkah Syaithan Ikut Investasi saat Hubungan Intim?Ini Jawabannya

KeempatBisikan Kebenaran (خلطر حق) yaitu bisikan yang berasal Allah langsung kepada hamba yang dicintaiNya. Hal ini bisa didapatkan ketika seorang hamba mampu melawan Nafsunya, serta mampu menghalau pengaruh dari Syaitan, dengan didasari ilmu pengetahuan Agama, sehingga Para malaikat selalu memberi Ilham kepadanya supaya selamat sampai tujuannya yaitu mendapatkan Ridho dari Sang Maha Kuasa.

Setelah kita mengetahui tentang kategori bisikan hati, maka sebaiknya kita selalu waspada dalam menyikapi apapun, dan selalu diukur dari kaca mata Agama (ميزان الشرع).

Hal ini sesuai pernyataan Ibnu Rislan dalam Kitab Zubadnya yang berbunyi:

وَزِنْ بِحُكْمِ الشَّرْعِ كُلَّ خاطِرِ ** فإن يَكُنْ مأمُورَهُ فَبَادِرِ

Artinya: Semua bisikan hati harus diukur dari kacamata Syariat, bila sesuai dengan perintah maka segera lakukan.

Kenali bisikan hatimu

Kunci menghadapi segala godaan adalah dengan memperbanyak ilmu pengetahuan Agama yang benar serta mempraktikkan ajaran Agama sebatas kemampuan agar  kita tidak keluar dari jalur yang telah ditentukan, semoga bermanfaat.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *