Keringanan dalam Agama (Rukhshah) tak diperbolehkan Untuk Tujuan Maksiat - masholeh.com
0 views

Keringanan dalam Agama (Rukhshah) tak diperbolehkan Untuk Tujuan Maksiat

Islam agama yang sangat memudahkan hambanya. Sikap memberatkan sangat dijauhi bahkan dilarang. Hal ini bertujuan bahwa agama sebagai solusi menghadapi problematika kehidupan bukan malah menyusahkan.

Doa Agar Diberikan Ilmu yang Bermanfaat (3)

Doa Agar Diberikan Ilmu yang Bermanfaat (3)

Islam agama yang sangat memudahkan hambanya. Sikap memberatkan sangat dijauhi bahkan dilarang. Hal ini bertujuan bahwa agama sebagai solusi menghadapi problematika kehidupan bukan malah menyusahkan.

Kemudahan yang telah diberikan ini asal tak digunakan untuk tujuan kemaksiatan atau kejahatan yang jelas dilarang oleh agama. Imam Suyuthi dalam kitab al-Asybah wa an-Nadhair menjelaskan tentang kaidah fikih yang sangat inspiratif yaitu

الرُّخَصُ لا تُنَاطُ بِالْمَعَاصِي

Rukhsah atau keringanan tak diperuntukkan untuk tujuan kemaksiatan.

Lebih lanjut, Imam Suyuthi memberikan gambaran bahwa orang yang bepergian atau musafir dengan tujuan hendak berbuat kejahatan atau kemaksiatan maka tak diperbolehkan menjamak, atau mengqasar shalat juga tak diperbolehkan meninggalkan shalat Jum’at. Begitu juga dirinya dilarang berbuka dengan tujuan diatas.

Sebaliknya, Seorang musafir yang bepergian dengan tujuan yang baik seperti bersilaturahmi, bekerja untuk menafkahi keluarga atau tujuan belajar maka ia mendapatkan keringanan dalam beribadah seperti boleh mengqasar dan menjamak shalat. Hal ini sesuai ayat yang berbunyi,

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ 

Artinya: Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. (QS. Al-Baqarah 185).

Menurut Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat diatas sebagai bukti betapa Allah dzat yang sayang kepada umatnya terutama memberikan keringanan untuk tak berpuasa bagi orang yang sedang sakit atau sedang musafir.

Dari sini dapat dipahami bahwa ajaran Islam sangat mudah diamalkan serta tak memberatkan hamba-Nya. Kemudahan dan keringanan ini tak boleh dilakukan dengan tujuan negatif karena akan merugikan dirinya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *