Ketahuilah, Ibadah Ini disyari’atkan sampai Surga

Manusia diciptakan oleh Allah di muka bumi ini sebagai seorang khalifah yang mengatur kelesatarian sekitar serta mengabdi, untuk beribadah kepada-Nya. Segala jenis ibadah yang telah disyari’atkan, di dalamnya ada banyak hikmah dan manfaat yang kembali kepada diri manusia sendiri.

Manusia diciptakan oleh Allah di muka bumi ini sebagai seorang khalifah yang mengatur kelesatarian sekitar serta mengabdi, untuk beribadah kepada-Nya. Segala jenis ibadah yang telah disyari’atkan, di dalamnya ada banyak hikmah dan manfaat yang kembali kepada diri manusia sendiri.

Imam Suyuti dalam kitab Asybah wa an-Nadhair mengutip perkataan imam al-Bulqini yang menjelaskan bahwa,

لَيْسَ لَنَا عِبَادَةٌ شُرِعَتْ مِنْ عَهْدِ آدَمَ إلَى الْآنَ، ثُمَّ تَسْتَمِرُّ فِي الْجَنَّةِ، إلَّا الْإِيمَانُ، وَالنِّكَاحُ.

Tak ada satupun ibadah yang telah disyaria’atkan oleh Allah mulai dari zaman Nabi Adam sampai surga kecuali  Iman dan Nikah.

Baca juga: http://masholeh.com/tujuan-pernikahan-menurut-kh-hasyim-asyari/

Syeh Ahmad Hamawi dalam kitab Ghamzu Uyun al-Bashair menjelaskan bahwa maksud pernikahan disini adalah berhubungan badan atau lebih dikenal dengan Wat’u atau Jima’. Dari penjelasan ini, nikmatnya orang menikah merupakan bagian dari kenikmatan surga.

Menurut syeh Nuruddin bin Mukhtar al-Khadimi dalam kitab Ilmu Maqasid Syar’iyyah menjelaskan tentang tujuan dari pernikahan, yaitu:

Pertama, untuk menjaga keturunan manusia. Tanpa adanya pernikahan bisa dipastikan akan banyak bayi yang terlahir tanpa memiliki jalur nasab yang jelas. Hal ini akan merusaka tatanan kehidupan.

Baca juga: http://masholeh.com/akad-nikah-sah-walau-tanpa-adanya-resepsi/

Kedua, menjaga harga diri manusia. Orang yang melakukan hubungan badan bukan kepada istri atau suaminya maka ia akan dicela oleh masyarakat karena perbuatannya.

Ketiga, untuk mewujudkan rasa cinta dan kasih sayang antara suami dan istri serta tolong-menolong untuk mewujudkan rumah tangga yang harmonis.

Keempat, untuk mewujudkan tatanan masyarakat yang baik harus dimulai dari keluarga.

Baca juga: http://masholeh.com/ternyata-dzikir-cakupannya-sangat-luas/

Kelima, membersihkan berbagai macam penyakit di masyarakat yang disebabkan dari pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan.

Maka dari itu, bagi siapa yang telah mampu untuk menjalankan Sunnah Nabi sebaiknya segera melaksanakan pernikahan karena hal itu mampu meredam nafsu dan menenangkan jiwa manusia.

Leave a Reply