Ketahuilah Uang bukan Segalanya tapi Segala-galanya Butuh Uang

Realita kehidupan di masyarakat memang unik, selalu ada kabar baik maupun kabar tak mendidik, terutama dalam urusan ekonomi, yang menyangkut urusan perut selalu membikin dada terurut.

Biasanyaketiadaan uang, mampu menggerakkan orang untuk perang, bahkan bacok-bacokan dengan parang, sampai membuat masyarakat menjadi berang.

Dalam pandangan Islam, uang bukan segalanya, ia hanya sebagai pelengkap untuk mencukupi kebutuhan, dan bukan segala- segalanya. Memang betul ketika seseorang tercukupi ekonominya, maka sedikit ada ketenangan di hatinya. Namun banyak orang yang tak bahagia hidupnya, Sampai mengakhiri hidupnya, walau bergelimang harta.

baca juga:

Allah Mengatur Rizki Makhluknya, Ini Hikmah yang Perlu Dipahami Manusia


Hal ini seperti penjelasan Al-Qur’an, dalam Surat Al Kahfi:46 yang berbunyi:

(الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا

Artinya:

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.

Menurut Imam Qurthubi dalam Tafsirnya menjelaskan bahwa harta, keturunan merupakan hiasan dunia, karena harta banyak manfaatnya, serta keturunan sebagai simbol kekuatan dan kekokohan, maka hal itu disebut sebagai sebuah kemewahan. Namun semua itu bersifat sementara, akan cepat berlalu, maka beruntunglah orang yang tak tertipu dengan kenikmatan semu, dengan menjalankan segala kewajiban, serta menjalankan hal-hal yang Sunnah sebagai pelengkapnya, sebagai modal keuntungan abadi, yang tak akan tertelan oleh waktu.

baca juga:

Ludesnya Harta sang Konglomerat

Dari sini penting akan adanya menejemen diri untuk menyikapi urusan keduniawian dan ukhrowi dengan seimbang, tak boleh ada ketimpangan satu dengan yang lain, karena akan menjadikan kerugian yang berkelanjutan.

Solusinya adalah bekerja mencari penghidupan diri, keluarga sangat penting, namun tanpa mengesampingkan urusan akhirat, karena sebagai ladang untuk memanen hasil urusan di dunia.

Semoga kita selalu dicukupi kebutuhan duniawi yang berupa materi, serta ukhrowi yang menenangkan hati setelah kita mati

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *