Ketegori Kebaikan Yang Menjadi Prioritas Menurut Izzuddin bin Abdussalam

Izzuddin bin Abdussalam dikenal sebagai Sultan Ulama mengajarkan kepada kita akan banyak hal terutama cara memandang sebuah permasalahan harus dilihat dari kebaikan (Maslahat) dan keburukan (Mafsadat).

Izzuddin bin Abdussalam dikenal sebagai Sultan Ulama mengajarkan kepada kita akan banyak hal terutama cara memandang sebuah permasalahan harus dilihat dari kebaikan (Maslahat) dan keburukan (Mafsadat).

Lebih lanjut, ia membuat kategori kebaikan yang harus menjadi prioritas untuk dilakukan. Hal ini sesuai pernyataannya dalam kitab al-Fawaid di Ikhtisar al-Maqasid:

ﻳﻘﺪﻡ ﺣﻔﻆ اﻷﺭﻭاﺡ ﻋﻠﻰ ﺣﻔﻆ اﻷﻋﻀﺎء ﻭﺣﻔﻆ اﻷﻋﻀﺎء ﻋﻠﻰ ﺣﻔﻆ اﻷﺑﻀﺎﻉ ﻭﺣﻔﻆ اﻷﺑﻀﺎﻉ ﻋﻠﻰ ﺣﻔﻆ اﻷﻣﻮاﻝ ﻭﺣﻔﻆ اﻟﻤﺎﻝ اﻟﺨﻄﻴﺮ ﻋﻠﻰ ﺣﻔﻆ اﻟﻤﺎﻝ اﻟﺤﻘﻴﺮ ﻭﺣﻔﻆ اﻟﻔﺮاﺋﺾ ﻣﻘﺪﻡ ﻋﻠﻰ ﺣﻔﻆ اﻟﻨﻮاﻓﻞ ﻭﺣﻔﻆ ﺃﻓﻀﻞ اﻟﻔﺮاﺋﺾ ﻋﻠﻰ ﺣﻔﻆ ﻣﻔﻀﻮﻟﻬﺎ ﻭﻳﻘﺪﻡ ﺑﺮ اﻷﺑﺮاﺭ ﻋﻠﻰ ﺑﺮ اﻟﻔﺠﺎﺭ ﻭﺑﺮ اﻷﻗﺎﺭﺏ ﻋﻠﻰ ﺑﺮ اﻷﺟﺎﻧﺐ ﻭﺑﺮ اﻟﺠﻴﺮاﻥ ﻋﻠﻰ ﺑﺮ اﻷﺑﺎﻋﺪ ﻭﺑﺮ اﻵﺑﺎء ﻭاﻷﻣﻬﺎﺕ ﻭاﻟﺒﻨﻴﻦ ﻭاﻟﺒﻨﺎﺕ ﻋﻠﻰ ﻏﻴﺮﻫﻢ ﻣﻦ ﺳﺎﺋﺮ اﻟﻘﺮاﺑﺎﺕ ﻭﺑﺮ اﻟﻀﻌﻔﺎء ﻋﻠﻰ ﺑﺮ اﻷﻗﻮﻳﺎء ﻭﺑﺮ اﻟﻌﻠﻤﺎء ﻋﻠﻰ ﺑﺮ اﻟﺠﻬﺎﻝ

Pertama, Menjaga Nyawa agar tak hilang lebih didahulukan daripada menjaga anggota badan.

Kedua, Mendahulukan menjaga anggota badan daripada menjaga kemaluan.

Ketiga, Menjaga kemaluan lebih didahulukan daripada menjaga harta benda.

Keempat, Menjaga harta benda prioritas lebih diutamakan daripada harta benda penunjang.

Kelima, Menjaga kewajiban atau Fardhu lebih diprioritaskan daripada yang Sunnah.

Keenam, menjaga kewajiban yang harus diprioritaskan lebih diunggulkan daripada kewajiban yang lain.

Ketujuh, Berbuat kebajikan kepada orang baik lebih diutamakan daripada berbuat baik kepada orang yang berbuat kejahatan.

Kedelapan, Berbuat Kebaikan kepada kerabat lebih diutamakan daripada orang lain.

Kesembilan, Berbuat baik kepada tetangga dekat lebih didahulukan daripada tetangga jauh.

Kesepuluh, Berbuat baik kepada orang tua dan keluarga harus didahulukan daripada orang lain.

Kesebelas, berbuat baik kepada orang yang membutuhkan lebih diutamakan daripada membantu orang yang tak membutuhkan.

Keduabelas, Berbuat baik kepada Ulama’ lebih didahulukan daripada orang yang tak berpendidikan.

Itulah hal-hal yang penting mendapatkankan prioritas sehingga manusia mendapatkankan keberuntungan tidak hanya di dunia dan akhirat.

Leave a Reply