Kitab Waraqat bag. 4 tentang Pembagian Kalam dalam Ilmu Usul Fikih

Keuntungan Orang yang Mengerti Hakikat Ibadah

Tujuan utama manusia diciptakan oleh Allah adalah untuk beribadah. Ibadah pada hakikatnya sebagai bentuk pengakuan diri kepada Dzat yang telah menciptakannya. Menurut Imam As-Syatibi dalam al-Muwafaqat menjelaskan bahwa tujuan utama merupakan ruh sebuah ajaran.

Imam Ar-Razi dalam tafsirnya Mafatih al-Ghaib menjelaskan bahwa orang yang mengetahui fungsi dari ibadah maka ia akan merasa nyaman dan menikmati ibadah tersebut bahkan dirinya tak mau menyibukkan untuk hal lain. Lebih lanjut, ia menjelaskan menjelaskan secara terperinci tentang hakikat ibadah.

Pertama. Seseorang yang menyibukkan diri dalam beribadah maka hatinya selalu menerima pancaran cahaya (nur) dari Tuhannya sehingga ia akan mendapatkan petunjuk dan kedudukan yang mulia dihadapannya.

Baca juga: https://masholeh.com/iblis-juga-ahli-ibadah-kenapa-dia-di-neraka/

Kedua. Ibadah merupakan amanat dari Allah. Hal ini sesuai dengan ayat yang berbunyi

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا (72)

Artinya:
Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh. (QS. Al-Ahzab: 72).

Menurut Imam Thabari dalam Tafsirnya mengutip pendapat Ibnu Abbas yang menjelaskan maksud amanat pada ayat ini adalah untuk melakukan segala bentuk ibadah yang wajib untuk dijalankan. Langit dan bumi tak sanggup menerima amanat ini justru manusia makhluk yang dzalim dan kurang pengetahuannya berani menerima beban berat ini.

Ketiga. Menyibukkan diri dalam ibadah sebagai proses peralihan dari alam yang penuh intrik dan tipu daya menuju alam yang penuh misteri dan rahasia serta sebagai pergantian dalam menghadapi makhluk ciptaannya menuju Allah Dzat yang maha sempurna.

Dari sini dapat dipahami bahwa orang yang mengetahui tujuan atau maksud sebuah ajaran maka ia akan merasa yakin dan nyaman dalam menjalankannya terutama ibadah merupakan obat hati yang sedang susah, gelisah dalam menghadapi problematika kehidupan.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *