Keutamaan Membaca Sholawat Thibbil Qulub - masholeh.com
10 views

Sejatinya shalawat merupakan amalan yang banyak manfaatnya. Karena membaca shalawat untuk nabi memiliki maksud mendoakan atau memohonkan berkah kepada Allah Swt. untuk nabi dengan ucapan, pernyataan serta pengharapan, semoga dia (nabi) sejahtera (beruntung, tak kurang suatu apapun, keadaannya tetap baik dan sehat). Bahkan Allah dengan jelas menyebutkan dalam firman Nya :

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

Allah memuji Beliau di hadapan para malaikat, karena Allah cinta kepada Beliau, para malaikat yang didekatkan pun memuji Beliau serta mendoakannya. Karena mengikuti Allah dan para malaikat-Nya serta sebagai balasan terhadap jasa Nabi Muhammad SAW, sekaligus untuk menyempurnakan iman kita, sebagai bentuk pemuliaan terhadap Beliau, penghormatan dan kecintaan kepada Beliau serta untuk menambah kebaikan kita, menghapuskan kesalahan kita. 

Sebuah kalimat mengatakan, segala yang kamu lakukan akan kembali kepada pelakunya. Maka dari itu, kita dianjurkan menyanjung Nabi dengan bershalawat agar kebaikan itu berbalik lagi kepada kita.

Salah satu shalawat yang diyakini memiliki banyak manfaat yaitu shalawat Syifa atau nama lainnya shalawat tibbil qulub atau juga dikenal dengan shalawat Nuril Abshor.

Dalam kitab Saadah al-Darain Fi Shalat Ala sayyid al-kaunain, syaikh Yusuf Bin Ismail al-Nabhani menisbahkan shalawat ini kepada Syaikh Abu al-Barakat Ahmad al-Dardir. Juga dituturkan dalam kumpulan kalam al-Habib Ahmad bin Hasan Al-Athos tentang sholawat tibbil qulub ini, “Seseorang yang lemah pengelihatannya datang kepada al-Habib dengan mengeluh, kemudian beliau mengusap kedua mata lelaki itu dan memerintahkannya untuk memperbanyak membaca sholawat tibbil qulub/syifa’.”
Beliau juga berkata : Telah bercerita kepadaku al-Habib Muhammad bin Zein ba ‘abud, beliau berkata : “Penglihatanku diambil, dan aku mengeluh atas keadaan itu kepada al-Habib sholeh bin ‘Abdillah al-‘Athos. Kemudian beliau mengusap kedua mataku dan berkata : bacalah sholawat kepada nabi sholallohu ‘alaihi wa aalihi wassalam sebanyak 300 kali dengan shegot ini : “Allohumma sholi ‘alaa sayyidina Muhammadin thibil quluubi wadawaa_ihaa wa ‘aafiyatil abdaani wasifaa_ihaa wa nuuril abshoori wa dliyaa_ihaa wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wasalim.” (Setelah aku lakukan itu), kemudian penglihatanku kembali seperti semula.

Berikut bacaan shalawat syifa/tibbil qulub/Nuril abshor yang bisa kita amalkan sehari-hari.

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا وَعَافِيَةِ الْاَبْدَانِ وَشِفَائِهَا وَنُوْرِ الْاَبْصَارِ وَضِيَائِهَا وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ  وَسَلِّم

Allohumma Sholli ‘ala sayyidinaa muhammadin thibbil qulubi wa dawa ihaa wa ‘afiyatil abdaani wa syifaa ihaa wa nuuril abshoori wa dhiyaa ihaa wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wa sallim

“Ya Allah limpahkan rahmat kepada junjungan kami nabi Muhammad Saw, sebagai obat hati dan penyembuhnya, penyehat badan dan kesembuhannya, sebagai penyinar penglihatan mata  beserta cahayanya dan semoga rahmat tercurah limpahkan kepada para sahabat beserta keluarganya.”

Sejatinya yang menyembuhkan penyakit kita adalah Allah SWT, namun bukan merupakan sebuah kesalahan jika kita memohon kepada Allah SWT melalui wasilah manfaat shalawat kepada Nabi. Salah satunya dengan shalawat Syifa ini. Wallahu a’lam bisshhowab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *