Keutamaan Puasa Hari Arafah

Salah satu keistimewaan umat Nabi Muhammad Saw adalah umat yang terakhir namun masuk surga lebih dahulu dibandingkan umat sebelumnya. Umur umat Nabi sangat pendek tapi amal kebaikannya mengalahkan orang-orang dulu. Hal ini disebabkan karena amal kebaikannya dilipatgandakan oleh Allah. Misalnya orang yang bershalawat sekali dibalas sepuluh kebaikan bahkan orang yang membaca satu huruf dari al-Qur’an maka akan mendapatkan sepuluh kebaikan.

Baca juga: http://masholeh.com/syarat-musafir-yang-boleh-tak-berpuasa/

Pada tanggal sembilan dzulhijjah, umat Islam yang sedang tidak berhaji dianjurkan untuk berpuasa sunnah yaitu puasa Arafah yang bertujuan untuk menghapus dosa-dosa kecil setahun yang telah lewat dan yang akan datang. Hal ini sesuai hadist nabi,

عن أبي قتادة رضي الله عنه، قال: سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم: عن صوم يوم عرفة؟ قال:”يكفر السنة الماضية والباقية” رواه مسلم

Artinya:”diriwayatkan dari Abi Qatadah ra berkata: Rasulullah ditanya tentang puasa Arafah. Lantas Nabi bersabda:”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang telah lewat dan yang akan datang. (HR. Muslim).

Baca juga: http://masholeh.com/jadikan-puasa-sebagai-sumber-kebaikan/

Menurut Syeh Muhammad bin Alan dalam kitab Dalil Al-Falihin menjelaskan bahwa maksud dosa yang diampuni adalah dosa kecil yang berkaitan dengan hak Allah.
Sedangkan menurut Imam al-Munawi dalam Faidhul Qadir, Keistimewaan hari Arafah merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad Saw dan umatnya terutama orang yang puasa akan diampuni dosanya selama dua tahun.

Baca juga: http://masholeh.com/bolehkah-niat-puasa-saat-sedang-shalat/

Dalam Fatawa Dar Al-ifta Al-Misriyyah dijelaskan bahwa puasa Arafah bagi orang haji, para ulama berbeda pendapat. Pertama, Menurut Imam Syafi’i disunnahkan untuk tidak berpuasa supaya orang yang haji kuat dalam berdoa. Kedua, Menurut Imam Ahmad dianjurkan berpuasa bagi orang yang mampu.

Dari penjelasan ini, puasa Arafah sangat dianjurkan bagi orang yang tidak berhaji karena manfaatnya banyak sekali terutama diampuni dosanya oleh Allah.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *