suami terdiam saat marah

Kisah Mengenai Sebuah Asumsi

Ada sepasang suami istri tergesa-gesa berlari menuju atap hotel untuk mengejar sebuah helikopter. Karena mereka harus menyelamatkan diri dari kebakaran hotel tersebut.


Tetapi saat sampai disana, mereka menyadari hanya ada satu tempat tersisa untuk satu orang. Lalu suami melompat ke helikopter, meninggalkan istrinya di atap hotel yang kemudian ikut hangus terbakar terbakar bersama seluruh bangunan hotel.

Sang suami masih menatap istrinya dari kejuahan sambil terdengar suara istrinya yang meneriakkan sesuatu. Kira-kira apa yang diteriakkan istrinya saat itu?

Baca juga:


-Kamu jahat,
-kamu egois

-kamu tega

-kamu tak tanggung jawab

-aku benci kamu

atau umpatan buruk lainnya…..

Lalu sang suami pulang, memeluk anak-anaknya yang masih TK dan balita. Mengasuh anak-anak sendirian sampai anak-anak berusia dewasa. Dan kisah mengenai istrinya ia tutup rapat-rapat tanpa pernah dibahas lagi.

Pada suatu ketika, si bungsu menemukan buku catatan milik ayahnya. Salah satu catatannya berisi mengenai ibunya.

Diceritakan bahwa saat itu ayahnya sedang menemani ibunya untuk berobat jalan karena ibunya mengidap kanker ganas dan akan segera meninggal. Saat itu ibunya memaksa ayahnya naik helikopter untuk menyelamatkan diri agar bisa merawat anak-anaknya. Ibunya berteriak, “PERGILAH DAN TOLONG JAGA ANAK-ANAK KITA”.

Saat itu juga si bungsu berlari menceritakan kisah tersebut kepada kakaknya. Kemudian mereka menghampiri ayahnya dan segera memeluknya.

Hikmah dari kejadian tersebut, bahwa kebaikan atau keburukan tidak sesederhana yang kita pikirkan. Ada berbagai macam komplikasi dan alasan dibaliknya yang kadang sulit dimengerti dan bahkan sulit diterima akal. Jadi jangan melihat kulit luarnya saja tanpa tahu apa-apa lalu kemudian menghakimi.

Jangan mudah mengambil kesimpulan hanya karena asumsi pribadi

Siti Rohimah, S.S.I

Seorang yang tertarik di bidang sastra dan literasi