Ibadah shalat sujud ruku', ikhlas

Kisah Nabi yang Istrinya Durhaka (1)

Di dalam Al Qur’an banyak dikisahkan tentang orang-orang yang beriman kepada Allah seperti para Nabi, Rasul, Lukmanul Hakim dan lainnya. Begitu juga orang-orang yang ingkar kepada-Nya seperti Qarun, Fir’aun dan yang lainnya.

Menurut Mana’ Al-Qattan dalam Mabahis fi Ulum al-Qur’an Kisah didalam Al-Qur’an bertujuan untuk:

Pertama, menjelaskan dasar-dasar dakwah Nabi Muhammad dan dasar Syariat Nabi terdahulu.

Kedua, menguatkan hati Nabi dan Umatnya akan kebenaran Agama Islam serta pertolongan Allah dan terkalahkannya segala kedzaliman.

Ketiga, Membenarkan adanya para Nabi sebelum Nabi Muhammad serta sebagai pengingat kisah mereka.

Baca juga:

Keempat, Membenarkan dakwah Nabi Muhammad tentang kabar orang-orang terdahulu.

Kelima, sebagai ibarat atau petuah kehidupan yang dapat diambil pelajaran yang berharga.


Ada kisah menarik yang perlu dibahas disini yaitu beberapa Nabi yang diuji oleh Allah tentang masalah keluarga terutama istrinya yang ingkar tak mau beriman kepada Allah serta mengkhianati suaminya.

Hal ini sesuai  penjelasan dalam surat Al Qur’an yang berbunyi:

ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ كَفَرُوا امْرَأَتَ نُوحٍ وَامْرَأَتَ لُوطٍ ۖ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللَّهِ شَيْئًا وَقِيلَ ادْخُلَا النَّارَ مَعَ الدَّاخِلِينَ

Artinya:
Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): “Masuklah ke dalam jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam)” (QS. At Tahrim: 10).

Kisah Nabi Nuh Alaihissalam

Nabi Nuh merupakan salah satu Nabi yang diberikan umur panjang bahkan sampai ratusan tahun lamanya.

Imam Suyuthi dalam kitab Al Itqan mengutip pendapat Imam Al Hakim yang menjelaskan bahwa Nabi Nuh berarti Nabi yang banyak menangis. Alasannya adalah karena ia sering menangisi dirinya sendiri. Sedangkan namanya adalah Abdul Gaffar.

Menurut Imam Ibnu Jarir, Nabi Nuh lahir setelah 126 tahun meninggalnya Nabi Adam Alaihissalam. Menurut Imam Nawawi dalam kitab At Tahdhib menyatakan  bahwa Nabi Nuh termasuk Nabi yang diberikan umur  paling panjang dibanding Nabi yang lain.

Nabi Nuh berdakwah siang dan malam agar umatnya beriman kepada Allah dan tak menyekutukannya dengan apapun. Sayangnya, dakwah perjuangannya ini tak diterima dengan baik oleh istrinya sendiri dan kaumnya.

Baca juga:

Istrinya termasuk orang yang mengkhianati perjuangan Nabi Nuh dalam urusan keimanan kepada Allah. Ia tegas menolak dakwah yang dilakukan suaminya sebagai seorang Nabi.

Akhirnya, Allah membinasakan kaumnya bersama istri dan puteranya yang bernama Kan’an dengan adanya banjir besar yang melanda seluruh daratan.

Dari kisah ini dapat dipahami bahwa hidayah merupakan anugerah Allah yang harus disyukuri, sekelas Nabi pun tak mampu merubah istri dan anaknya untuk menjadi beriman kepada Allah dan rasulnya.


Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *