Kisah Umar bin Khattab Menegur Seorang Badui yang Salah Baca Al Qur'an - masholeh.com
1 views

Kisah Umar bin Khattab Menegur Seorang Badui yang Salah Baca Al Qur’an

Pada suatu hari saat Umar bin Khattab menjadi seorang Khalifah, seorang Badui datang dari pelosok negeri. Ia datang untuk belajar dan meminta dibacakan ayat Al Qur’an kepada seseorang.

Kitab Waraqat bag. 4 tentang Pembagian Kalam dalam Ilmu Usul Fikih

Kitab Waraqat bag. 4 tentang Pembagian Kalam dalam Ilmu Usul Fikih

Pada suatu hari saat Umar bin Khattab menjadi seorang Khalifah, seorang Badui datang dari pelosok negeri. Ia datang untuk belajar dan meminta dibacakan ayat Al Qur’an kepada seseorang.

lantas orang tersebut membacakan ayat Al Qur’an yang berbunyi:

وَأَذَانٌ مِّنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى النَّاسِ يَوْمَ الْحَجِّ الْأَكْبَرِ أَنَّ اللَّهَ بَرِيءٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ ۙ وَرَسُولُهُ ۚ فَإِن تُبْتُمْ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَإِن تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِي اللَّهِ ۗ وَبَشِّرِ الَّذِينَ كَفَرُوا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ (3

Artinya:
Dan (inilah) suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. (QS. At Taubah: 3).

Kisah Umar bin Khattab Menegur Seorang Badui yang Salah Baca Al Qur'an
Kisah Umar bin Khattab Menegur Seorang Badui yang Salah Baca Al Qur’an

Orang tersebut membacakan di hadapan orang Badui dengan membaca kasrah lamnya lafadz وَرَسُولهُ menjadi “rasulihi”. lantas orang Badui tersebut memahami bahwa Allah berlepas diri dari rasulnya sehingga Badui tersebut juga berlepas diri dari rasulnya juga.

Mendengar pemahaman tersebut lantas Umar bin Khattab membenarkan bacaannya serta menjelaskankan maksud ayat tersebut bahwa Allah dan rasulnya terbebas dari orang-orang musyrik.

Umar bin Khattab lantas menasehati orang Badui tersebut supaya belajar Al Qur’an kepada orang yang mengerti ilmu bahasa Arab supaya tidak terjadi kesalahan dalam bacaan dan pemahamannya.

Melihat kejadian ini, Umar bin Khattab memerintahkan kepada Imam Aswad Ad Du’ali untuk membuat kaidah-kaidah bahasa Arab terutama ilmu Nahwu.(As Suyuti: 1988).