Kode Etik Suami  Istri Dalam Bermedsos - masholeh.com
0 views

Kode Etik Suami  Istri Dalam Bermedsos

Akhir-akhir ini banyak kejadian sepasang suami istri menjadi bertengkar gara-gara status di media sosial yang ditulis salah satu pasangannya tentang kekurangan maupun rahasia yang tak patut dipublikasikan. Hal ini menunjukkan  kurang kesadaran maupun tak tahu kode etik dalam bermedia sosial.

Akhir-akhir ini banyak kejadian sepasang suami istri menjadi bertengkar gara-gara status di media sosial yang ditulis salah satu pasangannya tentang kekurangan maupun rahasia yang tak patut dipublikasikan. Hal ini menunjukkan  kurang kesadaran maupun tak tahu kode etik dalam bermedia sosial.

Islam melarang umatnya agar tak menyebarkan rahasia orang lain terutama urusan keluarga karena akan menjadi pemicu konflik internal antara suami istri. Hal ini sesuai sabda Nabi,

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺳﻌﻴﺪ اﻟﺨﺪﺭﻱ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: “ﺇﻥ ﻣﻦ ﺃﺷﺮ اﻟﻨﺎﺱ ﻋﻨﺪ اﻟﻠﻪ ﻣﻨﺰﻟﺔ ﻳﻮﻡ اﻟﻘﻴﺎﻣﺔ اﻟﺮﺟﻞ ﻳﻔﻀﻲ ﺇﻟﻰ اﻟﻤﺮﺃﺓ ﻭﺗﻔﻀﻲ ﺇﻟﻴﻪ ﺛﻢ ﻳﻨﺸﺮ ﺳﺮﻫﺎ” ﺭﻭاﻩ ﻣﺴﻠﻢ

Artinya: Diriwayatkan dari Abi Sa’id al-Khudri RA berkata: Rasulullah bersabda:” Sesungguhnya manusia yang paling jelek kedudukannya pada hari kiamat adalah seseorang yang menggauli istrinya, begitu juga istrinya menggauli suaminya kemudian menyebarkan rahasianya. (HR. Muslim).

Menurut Imam al-Munawi dalam  Faidhul Qadir menjelaskan bahwa bila suami menggauli atau berhubungan badan dengan istrinya maka tak boleh menyebarkan rahasia satu dan lainya tentang urusan keduanya saat di ranjang karena hal itu tak patut disebar luaskan, misalnya seorang istri menceritakan perihal suaminya yang “pelor” asal nempel terus molor. Prilaku ini sangat dilarang oleh agama karena akan membuka aib pasangannya.

Hadits diatas mengingatkan pentingnya menjaga rahasia keluarga walaupun itu kejadian nyata atau benar, karena kebenaran bila tak ditempatkan pada tempatnya maka akan menjadi bumerang bagi dirinya dan keluarganya terutama saat ini zaman semakin maju seringkali suami atau istri mengabadikan, merekam kegiatan intimnya dengan kamera atau alat lain yang kemudian hari bisa menyebar menjadi viral. Maka dari itu harus bijak menggunakan gadget agar tak merugikan dirinya sendiri.

Lebih lanjut Imam al-Munawi mengutip nasehat Ibnu Arabi

ﻣﻦ ﺃﻛﺒﺮ ﺃﻣﺮاﺽ اﻟﻨﻔﺲ اﻟﺘﺰاﻡ ﻗﻮﻝ اﻟﺤﻖ ﻓﻲ ﻛﻞ ﻣﻮﻃﻦ ﻭﺩﻭاﺅﻩ ﻣﻌﺮﻓﺔ اﻟﻤﻮاﻃﻦ اﻟﺘﻲ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﺼﺮﻓﻪ ﻓﻴﻬﺎ

Salah satu penyakit hati adalah berpegang  Kebenaran tapi tak sesuai penempatannya. Solusinya adalah harus mawas diri dalam bersikap dan mengetahui tempatnya.

Maka dari itu berhati-hatilah dalam ber”medsos” agar hidupmu tak kejeblos dan keluargamu tak menjadi keropos.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *