Kriteria Mukmin yang Baik Seperti Apa Sih?Ini Penjelasannya

Kriteria mukmin Yang paling mendasar dari karakternya yaitu mampu memberikan rasa aman, sehingga terjamin hak-hak orang lain. Ini penjelasan selengkapnya

Orang Mukmin adalah orang yang meyakini akan adanya Allah dan rasul-Nya serta memberikan kenyamanan dan keamanan kepada orang lain. Hal dibuktikan dengan ucapannya harus sesuai dengan prilakunya.

Orang Mukmin ada yang baik akhlaknya juga ada yang kurang, hal ini berdasarkan kemampuan mencermati, dan mengamalkan ajaran agamanya. Imam Al-Ghazali dalam karyanya yang berjudul Asnaf al-Magrurin menjelaskan bahwa orang mukmin yang tertipu adalah orang yang selalu berpangku pada ampunan Allah (rahmat-Nya) tapi tak mau  beramal atau berbuat kebaikan. Ini berawal dari dalam dirinya yang merasa bahwa orang tuanya sudah berbuat kebaikan, maka sudah cukup memberi manfaat untuk anak-anaknya.

baca juga:

Ciri-ciri yang Membedakan antara Orang Mukmin dan Munafik

Ibnu al-Mulaqqin dalam kitab Tabaqat al-Aulia mengutip pernyataan Yahya bin Mu’adz ar-Razi (W. 258 H) yang berbunyi:

ﻭﻗﺎﻝ: ” ﻟﻴﻜﻦ ﺣﻆ اﻟﻤﺆﻣﻦ ﻣﻨﻚ ﺛﻼﺙ ﺧﺼﺎﻝ: اﻥ ﻟﻢ ﺗﻨﻔﻌﻪ ﻓﻼ ﺗﻀﺮﻩ، ﻭاﻥ ﻟﻢ ﺗﺴﺮﻩ ﻓﻼ ﺗﻐﻤﻪ، ﻭاﻥ ﻟﻢ ﺗﻤﺪﺣﻪ ﻓﻼ ﺗﺬﻣﻪ “

Artinya: “Seharusnya kamu menjaga orang mukmin dengan tiga hal ini. Jika tak mampu memberikan manfaat kepada orang lain, maka jangan mempersulit mereka. Bila kamu tak mampu memberikan kesenangan kepada mereka, maka jangan menyusahkan. Dan jika kamu tak mau memujinya maka jangan mencela mereka,”

baca juga:

Benarkah Dunia ini sebagai Penjara Orang Mukmin? Ini Penjelasannya

Dari penjelasan diatas tergambar bahwa seorang yang mengaku beriman hendaknya mampu memberikan manfaat bagi orang lain sekedar kemampuannya, bisa dengan ide, doa bahkan uluran tangannya, bila tak mampu, maka berusaha menjaga diri agar tak menyakiti orang lain. Yang paling mendasar dari karakter orang beriman yaitu mampu memberikan rasa aman, sehingga terjamin hak-hak orang lain.

Leave a Reply