Kuliah Tak Menjamin Kesuksesan Seseorang

Seorang petani di lereng gunung Tinggi mempunyai seorang anak laki-laki,  ia hanya lulusan sekolah dasar saja,  namun kesuksesannya dalam bidang pertanian tak diragukan lagi, ia menemukan beberapa jenis jangung unggul yang cuma butuh waktu tanam satu bulan saja, tapi hasil sungguh luar biasa melimpah. 

Banyak peneliti dari Universitas luar negeri mendatanginya dan menawarkan penemuanya dengan nilai jual yang sangat tinggi,  namun ia tak tergiur sama sekali,  ia lebih suka mengajarkan ke petani-petani kecil agar ekonominya membaik,  karena di daerah itu, masyarakatnya berada dibawah garis kemiskinan.

Salah satu tokoh masyarakat pernah bertanya kepadanya:

Baca juga:http://masholeh.com/81/

“Mas, anda itu orang hebat, ilmunya bermanfaat bagi masyarakat bawah,  kenapa anda tak tergiur melanjutkan kuliah saja?  toh penelitian anda menjadi rebutan peneliti luar,”tandasnya. 

Ia menjawab sambil tersenyum:”Pak,  saya hanya orang desa saja,  saya meneliti dengan niat ingin menyejahterakan petani kecil di daerah-daerah saja, tapi diluar dugaan,  hasil penelitian saya sampai terdengar sampai ke luar negeri, dan saya tak ada keinginan untuk kuliah lagi,  karena inti dari kuliah itu,  membaca,  menelaah,  menulis,  dan praktek langsung ke lapangan. Toh, ini sudah menjadi kebiasaan saya dari kecil,  seperti orang tua saya mengajari arti kehidupan,  beliau selalu menasehati:

“Kamu harus kerja keras,  banyak belajar, dan menulis agar karyamu dikenal orang,  dan itu pun tak cukup, ilmu bisa banyak manfaat kalau dipraktekkan sehingga tambah berkembang,  orang tuamu bangga kepadamu, jika kamu mampu berkarya mengalahkan anak sekolahan dengan sederet gelar akademik,  namun minim akan karya yang berkualitas,” kenangnya sambil merendah. 

Kemudian ia membuktikan nasehat orang tuanya dengan serius,  dan ketekunan yang luar biasa,  serta tak putus asa, akhirnya ia mampu mendapatkan semuanya. 

Leave a Reply