Lailatul Qadar di Mata Ulama’ dan Rahasia-rahasia yang Terkandung di Dalamnya

Salah satu nama surat yang menjelaskan tentang Keutamaan Lailatul Qadar adalah surat Al Qadar. Malam Lailatul Qadar mendapat keistimewaan tersendiri dikalangan umat Islam dikarenakan malam tersebut lebih utama daripada seribu bulan.

Penjelasan ini sesuai dengan surat Al Qadar yang berbunyi:

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ (4)سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5

Artinya:

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.(1) Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?(2) Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.(3) Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.(4) Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.(5)

Setiap tahun terutama bulan Ramadhan, umat Islam selalu berusaha untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar. Untuk waktu tepatnya banyak perbedaan pendapat, seperti yang diungkapkan oleh Imam Ar-Razi dalam Tafsirnya menyebutkan ada 8 pendapat, yaitu:

Pertama, Menurut Imam Ibnu Rizzin bahwa Lailatul Qadar terjadi pada awal Ramadhan.

Kedua, Imam Hasan Al Basri mempunyai pendapat bahwa Lailatul Qadar terdapat pada malam ke tujuh belas.

Ketiga, pendapat sahabat Anas menyatakan Lailatul Qadar jatuh pada malam ke sembilan belas.

Keempat, Muhammad bin Ishak berpendapat bahwa Lailatul Qadar berada pada malam ke dua puluh satu.

Kelima, Ibnu Abbas berpendapat Lailatul Qadar pada malam ke dua puluh tiga.

Keenam, Ibnu Mas’ud mengatakan Lailatul Qadar pada malam ke dua puluh empat.

Ketujuh, Abu Dzar Al-Ghifari menyatakan Lailatul Qadar pada malam ke dua puluh lima.

Kedelapan. Ubay bin Ka’ab menyatakan Lailatul Qadar pada malam ke dua puluh tujuh.
Sebagian Sahabat menyatakan pada malam ke dua puluh sembilan.

Semua pendapat diatas memberikan pemahaman kepada kita bahwa Lailatul Qadar selalu menjadi teka-teki kapan waktunya, hal ini sengaja dirahasiakan oleh Allah karena mempunyai beberapa alasan:

baca juga: Nuzulul Qur’an: Momentum Penting untuk Kebangkitan Islam


Pertama. Allah sengaja merahasiakan Ridha-Nya di malam Lailatul Qadar, supaya manusia selalu berusaha semaksimal mungkin dalam menjalankan ketaatan kepada-Nya.

Kedua. Allah sengaja menyembunyikan murka-Nya di malam itu , supaya manusia menjauhi segala larangan-Nya.

Ketiga. Allah sengaja menyembunyikan malam itu, supaya manusia berusaha semaksimal mungkin untuk selalu berdoa waktu yang dikabulkan.

Semoga kita mendapatkan berkahnya Lailatul Qadar sehingga amalan kebaikan kita menjadi berlipat ganda, walau umurnya pendek, namun akan mengalahkan umat-umat terdahulu yang umurnya panjang.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *