perbedaan ilmu al-qur'an dan ilmu tafsir

Agar Timbangan Amal menjadi Berat, Lakukan Hal ini

Manusia yang beruntung adalah orang yang amal kebaikannya lebih berat daripada keburukannya pada saat perhitungan amal perbuatan seluruh manusia.

Sekecil apapun perbuatan yang dilakukan akan dihisab atau dihitung sampai sedetail mungkin. Ini bertujuan agar manusia menjaga dirinya agar tak merasa puas dengan banyaknya amal perbuatan.

Hal-hal yang menjadikan timbangan akhirat menjadi berat adalah:

ﻭﻋﻦ ﺃﺑﻲ اﻟﺪﺭﺩاء ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺃﻥ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ ﻣﺎ ﻣﻦ ﺷﻲء ﺃﺛﻘﻞ ﻓﻲ ﻣﻴﺰاﻥ اﻟﻤﺆﻣﻦ ﻳﻮﻡ اﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﻣﻦ ﺧﻠﻖ ﺣﺴﻦ. ﻭﺇﻥ اﻟﻠﻪ ﻳﺒﻐﺾ اﻟﻔﺎﺣﺶ اﻟﺒﺬﻱء
ﺭﻭاﻩ اﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ﻭاﺑﻦ ﺣﺒﺎﻥ ﻓﻲ ﺻﺤﻴﺤﻪ ﻭﻗﺎﻝ اﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ﺣﺪﻳﺚ ﺣﺴﻦ ﺻﺤﻴﺢ

Artinya: Diriwayatkan dari Abi Darda’ bahwasanya Nabi bersabda:
“Tak ada sesuatu yang paling berat timbangan orang mukmin pada hari kiamat melebihi Budi pekerti yang baik, sesungguhnya Allah sangat membenci perkataan yang kotor.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban) dalam Kitab Shahihnya. Imam Turmudzi: menjelaskan bahwa Hadits ini termasuk Hadits Hasan.

Dari Hadits diatas dapat dipahami bahwa akhlak yang baik menjadi salah satu penentu beratnya amal seseorang di dunia dan akhirat.

Abu Abdurrahman as-Sulami dalam Tabaqat As-Sufiyah mengutip perkataan Syeh Mahfudz bin Mahmud (W. 304 H) yang berbunyi:

ﻻ ﺗﺰﻥ اﻟﺨﻠﻖ ﺑﻤﻴﺰاﻧﻚ ﻭﺯﻥ ﻧﻔﺴﻚ بميزان المؤمنين ﻟﺘﻌﻠﻢ ﻓﻀﻠﻬﻢ ﻭﺇﻓﻼﺳﻚ

Janganlah menilai orang lain  dengan ukuranmu, tapi ukurlah dirimu dengan takaran orang mukmin tujuannya adalah supaya kamu mengetahui kelebihan mereka dan kekuranganmu.

Inilah akhlak seorang mukmin harus sering menilai diri sendiri terlebih dahulu sebelum menilai orang lain agar ia selalu mengoreksi kekurangannya serta mengumbar kekurangan orang lain.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *