Larangan Berambisi mendapatkan Jabatan

 

Jabatan memang menggiurkan semua orang, serta menjadi faktor seseorang melupakan diri tentang arti sebuah amanat. Untuk mendapatkan kedudukan yang tinggi itu, kadang Sampai menghalalkan segala cara dengan melakukan kecurangan, bahkan kadangkala sampai menghilangkan nyawa lawan-lawannya.

Dalam hal ini, Islam memberikan anjuran untuk tidak terlalu berambisi menduduki sebuah jabatan yang ia belum siap menerimanya, baik ketidakmampuan dalam memimpin, maupun belum siap mental.

Namun, apabila masyarakat menghendakinya untuk tampil memegang amanat itu, sedangkan ia sudah menyiapkan dirinya dengan bekal ilmu pengetahuan, serta pengalaman yang matang, dan juga mampu mengontrol diri dari segala hal yang terlarang, maka ia pantas menerimanya.

Dalam sebuah Hadis yang di riwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim yang berbunyi:

ﻋﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﺮﺣﻤﻦ ﺑﻦ ﺳﻤﺮﺓ ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: «ﻻ ﺗﺴﺄﻝ اﻹﻣﺎﺭﺓ، ﻓﺈﻧﻚ ﺇﻥ ﺃﻋﻄﻴﺘﻬﺎ ﻋﻦ ﻏﻴﺮ ﻣﺴﺄﻟﺔ ﺃﻋﻨﺖ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻭﺇﻥ ﺃﻋﻄﻴﺘﻬﺎ ﻋﻦ ﻣﺴﺄﻟﺔ ﻭﻛﻠﺖ ﺇﻟﻴﻬﺎ. (ﺃﺧﺮﺟﻪ اﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻭﻣﺴﻠﻢ)

Artinya: Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Samurah berkata: Nabi bersabda: Janganlah engkau berambisi menduduki sebuah jabatan. Namun bila engkau diberi jabatan, tanpa harus memintanya, niscaya engkau akan dimudahkan. Sebaliknya bila engkau berambisi maka akan dipersulit memegangnya.

Dalam Hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dijelaskan tentang ancaman orang yang berambisi, tapi tak mampu memegangnya yang berbunyi:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: إِنَّكُمْ سَتَحْرِصُونَ عَلَى الإِمَارَةِ، وَسَتَكُونُ نَدَامَةً يَوْمَ القِيَامَةِ

Artinya: Diriwayatkan dari Abi Hurairah, Nabi bersabda: Sungguh kalian sangat berambisi menduduki sebuah jabatan, dan kamu akan merasakan penyesalan yang mendalam.

Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Kitab Fathul Bari menjelaskan bahwa yang di maksud kata (امارة) disini tidak hanya seorang Kholifah, presiden saja, namun semua elemen pemerintah, baik kepala daerah maupun sampai ketua RT sekalipun. Hadis ini diperkuat dengan Hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Bazzar dan Imam Thabrani dengan sanad Shohihnya dari Auf bin Malik dengan lafadz Seperti ini:

أولها ملامة ; وثانيها ندامة ، وثالثها عذاب يوم القيامة ، إلا من عدل.

Artinya: orang yang berambisi menduduki jabatan tapi ia tak mampu berbuat adil atau tak mampu memegangnya, ia akan mendapatkan beberapa ancaman, yaitu: Pertama, ia akan disalahkan. Kedua, merasakan penyesalan yang mendalam. Ketiga, akan mendapatkan siksaan akhirat, kecuali orang yang mampu berbuat adil.

Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Kitab Fathul Bari mengutip pendapat Imam Nawawi yang menjelaskan bahwa Hadis diatas sebagai dasar larangan berambisi menduduki sebuah jabatan bila tak mampu mengembannya, serta tak mampu berbuat adil.
Sebaliknya bila ia mampu mengemban jabatan itu dengan baik maka ia akan mendapatkan kemuliaan di dunia dan akhirat, serta doanya dikabulkan.

Semoga pemimpin kita menjadi orang yang amanah dalam menjalankan tugasnya.

Depok, 28 Juni 2018

Bagikan

Tinggalkan Balasan