Larangan Mencela Orang Tua Sendiri

Salah satu kewajiban manusia setelah menunaikan hak-hak Allah, adalah kewajiban menunaikan hak orang tua yang harus dilakukan oleh anak-anaknya. Hal ini sangat penting karena tak ada anak yang terlahir tanpa perantaraan orang tua.

Kenyataannya setiap anak yang terlahir tak selalu sesuai dengan harapan orang tua, bisa karena faktor internal keluarga yang tidak ikut berperan dalam mendidik, merawat dengan baik, ataupun faktor lingkungan yang sangat berpengaruh dalam kehidupan anak-anaknya sehingga membentuk karakter atau mempunyai tabiat yang kurang baik, seperti berani mencela, mengancam, bahkan berani membunuh orang tuanya sendiri.

Prilaku tercela ini sangat bertentangan dengan norma kehidupan khususnya yang berkaitan dengan Agama. Hal ini seperti keterangan dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari:

ﻋﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﻤﺮﻭ، ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: «ﺇﻥ ﻣﻦ ﺃﻛﺒﺮ اﻟﻜﺒﺎﺋﺮ ﺃﻥ ﻳﻠﻌﻦ اﻟﺮﺟﻞ ﻭاﻟﺪﻳﻪ» ﻗﻴﻞ: ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ، ﻭﻛﻴﻒ ﻳﻠﻌﻦ اﻟﺮﺟﻞ ﻭاﻟﺪﻳﻪ؟ ﻗﺎﻝ: «ﻳﺴﺐ اﻟﺮﺟﻞ ﺃﺑﺎ اﻟﺮﺟﻞ، ﻓﻴﺴﺐ ﺃﺑﺎﻩ، ﻭﻳﺴﺐ ﺃﻣﻪ. (رواه البخاري).
Artinya: Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr R.A berkata: Rasulullah bersabda: sesungguhnya salah satu dosa besar ialah mencela kedua orang tuanya. Rasullullah ditanya: Bagaimana mungkin seseorang berani mencela orang tuanya? kemudian Nabi menjawab: bila seseorang mencela orang tua dari orang lain, baik bapak maupun ibunya. (H.R al-Bukhari).

Dari keterangan diatas mencela orang lain, sama halnya mencela diri kita dan keluarga kita sendiri.
Hadits diatas memberikan arahan agar seorang muslim menjaga hubungan yang baik, jangan sampai menyakiti orang dengan mencela nama bapak maupun ibunya.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *