Lima Macam Kecupan dan Tujuannya - masholeh.com
0 views

Lima Macam Kecupan dan Tujuannya

Seorang anak yang diperlakukan baik oleh orang tuanya akan membawa dampak positif bagi dirinya di masa depan, walau hanya sekedar kecupan di kening sebelum si anak beranjak tidur. Hal sepele ini sering dilupa oleh kebanyakan manusia, padahal membawa dampak psikologis yang besar antara orang tua dan anaknya.

Kecupan baik dikening, atau bagian lain merupakan sebagai alat komunikasi tubuh kepada seseorang untuk mengungkapkan perasaan dalam dirinya.

Dalam Kitab An-Nawadir karya Shihabuddin bin Salamah al-Qalyubi disebutkan bahwa ada lima Kategori kecupan, yaitu:

Pertama, kecupan sebagai bentuk Rahmat atau sebagai ungkapan kasih sayang, terutama untuk sang buah hati. Anak yang terbiasa mendapatkan kecupan dari orangtuanya akan merasa selalu disayangi, dicintai, dan dampaknya sang anak akan mencintai orang tuannya ketika mereka sudah mulai lanjut usia. Hal ini seperti dalam doa yang selalu dianjurkan agar orang tua kita diampuni dosanya, yaitu:
ربِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيراً

Artinya: Wahai Tuhanku, Ampunilah Aku dan kedua orang tuaku, kasihanilah mereka, seperti mereka menyayangiku di waktu kecil.

Doa ini sebagai bentuk ucapan terimakasih sang anak kepada orang tuannya yang telah merawat, menyayanginya agar mereka diampuni dosanya, serta selalu mendapatkan Rahmat dari-Nya.

Kedua, Kecupan sebagai bentuk penghormatan, terutama untuk orang yang lebih tua umurnya, hal ini sering dipraktekkan oleh seorang anak yang kepada orang tuanya, bisa dengan mencium tangannya.

Ketiga, Kecupan sebagai bentuk pengakuan kedudukan seseorang, misalnya seseorang yang mencium tangan raja, sultan dan lainnya.

Keempat, Kecupan sebagai ibadah, yaitu ketika seseorang mencium Hajar Aswad seperti yang telah dilakukan oleh Nabi.

Kelima, Kecupan yang berdasarkan Nafsu Syahwat, hal ini biasanya dilakukan oleh pasangan suami istri untuk menambah keharmonisan diantara keduanya.

Kecupan dalam Kategori diatas sebagai ungkapan perasaan, dan seharusnya dilakukan sesuai pada tempatnya, terutama kecupan yang berbau syahwat oleh suami istri, sebaiknya ditempat yang privasi, jauh dari jangkauan anak-anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.