Pintar dan Kebodohan

Lubabah al-Mutaabbidah: Sufi Perempuan dari Baitul Maqdis

Imam Fakhruddin ar-Razi dalam tafsirnya Mafatih al-Gaib menjelaskan bahwa orang alim adalah orang yang mengenal Allah (makrifat) juga memiliki rasa takut dan selalu berharap kepada-Nya, seperti dalam Ayat yang berbunyi:

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ

Artinya:”Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.”

Lebih lanjut Ar-Razi memaparkan bahwa Ayat ini sebagai dalil bahwa orang alim derajatnya lebih tinggi daripada orang yang ahli ibadah. Derajat kemuliaan ini ia dapatkan karena ketakwaannya yang bersumber dari ilmu.

Dalam Tabaqat As-Sufiyah karya Abu Abdurrahman as-Sulami menjelaskan bahwa Lubabah  dikenal sebagai perempuan yang ahli makrifat (mengenal Allah) dan ahli Mujahadah (memerangi hawa nafsu).

Suatu ketika, ia ditanya oleh orang yang hendak berhaji:

“Doa apa yang pantas aku panjatkan ketika memasuki bulan haji?”

Lantas ia menjawab:

 ﺳﻞ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺷﻴﺌﻴﻦ ﺃﻥ ﻳﺮﺿﻰ ﻋﻨﻚ ﻭﻳﺒﻠﻐﻚ ﻣﻨﺰﻝ اﻟﺮاﺿﻴﻦ ﻋﻨﻪ ﻭﺃﻥ ﻳﺨﻤﻞ ﺫﻛﺮ ﻓﻴﻤﺎ ﺑﻴﻦ ﺃﻭﻟﻴﺎﺋﻪ

“Mintalah kepada Allah akan dua hal. Pertama, untuk mendapatkan Ridha-Nya, serta menempatkanmu dengan golongan orang-orang yang Ridha kepada-Nya. Kedua, agar Allah mempopulerkan identitasmu dikalangan para kekasih-Nya (wali-wali Allah).

Pada prinsipnya Manusia diciptakan ke dunia ini tidak lain untuk mengabdi atau menyembah kepada Dzat yang menciptakannya. Tujuan dari ibadah adalah untuk mendapatkan keberuntungan di dunia dan akhirat.

Agar manusia mendapatkan kedudukan mulia dihadapan Allah maka ada dua cara yang harus dipenuhi. Ini sesuai pernyataan Imam Al-Ghazali dalam kitab Jawahir al-Qur’an

فعمدة الطريق أمران: الملازمة، والمخالفة؛ الملازمة لذكر الله تعالى، والمخالفة لما يشغل
عن الله

Tiang penopang menuju keberuntungan ada dua. Pertama, Selalu melakukan secara terus-menerus (al-Mulazamah). mengingat (dzikir) kepada Allah. Kedua, Selalu mencegah hal-hal yang melupakan kepada Allah.

Dari Kisah diatas, ia terlihat sebagai seorang yang  sangat mementingkan kebaikan akhirat terutama memfokuskan hidupnya untuk mencari Ridha-Nya.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *