Ibadah shalat sujud ruku', ikhlas

Makna Dibalik kata “Allah”

Allah memiliki Asmaul Husna (nama-nama yang mulia) berjumlah 99 nama yang memiliki fungsi dan tujuan tersendiri bahkan orang yang hafal dan memahaminya serta mengamalkan dalam kehidupan niscaya akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Allah merupakan Tuhan semesta alam. Nama ini berarti Tuhan yang berhak disembah. Asal kata lafadz Allah berasal dari kata Ilahun (إله) yang ketambahan Al maktifat (ال). Imam Suyuthi dalam Tafsir Jalalain menjelaskan bahwa  Tuhan yang berhak disembah ialah Dzat yang menciptakan segala-galanya.

Sedangkan Imam Ar Razi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Tuhan yang berhak disembah yaitu Dzat yang Maha sempurna serta tak membutuhkan orang lain.

Jika ada orang yang membutuhkan kepada orang lain maka tak pantas dianggap menjadi Tuhan.

Syeh Zainuddin Al Malibari dalam kitab Fathul Mu’in menjelaskan bahwa Allah merupakan Dzat yang wajib wujudnya serta Dzat yang berhak untuk disembah.

Asmaul Husna  merupakan nama yang paling agung dan nama tersebut khusus untuk Dzat pencipta, selain diri-Nya tak layak menggunakan nama tersebut walau dengan alasan fanatik sekaligus.

Dalil tentang Perintah Berdoa menggunakan Asmaul Husna

Al Qur’an mengingatkan kepada umat Islam saat berdoa untuk menggunakan, menyebut nama-Nya

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya:

Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al A’raf: 180).


Dari ayat ini dapat dipahami bahwa ayat ini menganjurkan kepada kita untuk selalu berdoa dengan menggunakan Asmaul Husna supaya cepat dikabulkan oleh Allah.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)