menangis

Kategori Mata yang tak akan Terkena Api Neraka

Setiap perbuatan yang dilakukan oleh manusia membawa dampak bagi dirinya. Jika ia berbuat kebaikan maka surga sebagai tempat yang telah disediakan. Sebaliknya orang yang durhaka, berbuat kedzaliman, kejahatan maka tempatnya di Neraka.

Salah satu anggota badan manusia yang cepat tergoda, tergiur dengan sesuatu mempesona ialah mata. Ia juga sebagai sumber kejahatan.
Orang berbuat sesuatu yang terlarang berawal dari mata yang tak terkontrol, sehingga mempengaruhi anggota badan yang lainnya untuk berbuat dosa.

Imam al-Mundziri dalam Kitab at-Targib wa at-Tarhib mengutip sebuah Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani yaitu:

ﻭﻋﻦ ﻣﻌﺎﻭﻳﺔ ﺑﻦ ﺣﻴﺪﺓ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ثلاثة لا ترى ﺃﻋﻴﻨﻬﻢ اﻟﻨﺎﺭ ﻋﻴﻦ ﺣﺮﺳﺖ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ اﻟﻠﻪ ﻭﻋﻴﻦ ﺑﻜﺖ ﻣﻦ ﺧﺸﻴﺔ اﻟﻠﻪ ﻭﻋﻴﻦ ﻛﻔﺖ ﻋﻦ ﻣﺤﺎﺭﻡ اﻟﻠﻪ. ﺭﻭاﻩ اﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ
Artinya: Diriwayatkan dari Muawiyah bin Haidah RA berkata: Rasulullah bersabda: Ada tiga kategori Mata yang tak pernah melihat Neraka: Mata yang selau dijaga untuk berjuang di jalan Allah, Mata yang menangis karena takut kepada Allah, Mata yang selalu terjaga dari hal-hal yang terlarang. (HR. Thabrani)

Imam Munawi dalam Faidhul Qadir menjelaskan bahwa ada kategori mata yang terhindar dari neraka Jahanam, yaitu:

Pertama, mata yang digunakan untuk berjuang di jalan Allah, misalnya mata yang digunakan untuk belajar dan mengajar.

Kedua, Mata yang selalu takut kepada Allah sampai mengeluarkan air mata. Ia selalu merasa diawasi oleh Allah dimanapun ia berada.

Ketiga, mata yang selalu terjaga dari segala hal-hal yang dilarang oleh Agama dengan tujuan mencari Ridha-Nya.

Dari penjelasan diatas, kita harus mampu menjaga mata kita dari hal-hal yang terlarang oleh Agama supaya mendapatkan kenikmatan yang banyaknya tiada tara serta dijauhkan dari api neraka.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *