Membaca Cermin Kehidupan

Diantara tanda kebesaran Allah SWT menganugerahkan segala makhluknya dengan berbagai macam bentuk, karakter, meliputi:

a. Tempat, misalnya Allah melebihkan Makkah dibanding tempat yang lain, karena didalamnya ada Ka’bah.

b. Waktu: dari sekian waktu mulai harian Allah mengutamakan beberapa waktu yaitu sepertiga malam untuk Munajat. Waktu mingguan ada hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam(hari yang paling baik).

c. Benda: emas, perak, lu’lu dan Marjan merupakan benda mati yang Allah ciptakan mempunyai keistimewaan tersendiri, baik dilihat dari harga jual maupun dari keindahannya.

d. Hewan, segala hewan yang mempunya kelebihan di bidang kelincahan dalam berlari, kuat berjalan ratusan kilometer, suara yang dihasilkan merupakan anugrah tersendiri.

e. Manusia, dibanding mahluk yang lain manusia diberi keistimewaan yang luar biasa mengalahkan mahkluk yang lainnya, dengan kecerdasan akal fikiran, serta pengetahuan yang dimiliki menjadikan derajat yang tinggi di hadapan sang pencipta, maupun mahluknya. begitu juga manusia mengalahkan malaikat disebabkan manusia mempunyai ketaatan yang melebihi Malaikat, misalnya  adanya perintah jihad, sabar mengahadapi ujian, mendapat perintah Amar Ma’ruf serta Nahi Munkar dan lain sebagainya.

Hal ini seperti yang dituturkan oleh Izzuddin bin Abdissalam dalam kitab Qowaid Assugra.

Oleh sebab itu segala kekurangan maupun kelebihan  yang telah diberikan hendaknya dipergunakan sebaik-baiknya sebagai bahan evaluasi diri dalam mengarungi kehidupan, terutama setiap  manusia pasti ada yang suka maupun tidak, seperti perkataan Imam Syafi’i:

ما من أحد إلا له محب ومبغض فإذا كان كذلك فكن مع أهل طاعة الله

artinya: setiap orang pasti ada yang menyukai dan  membenci, maka dari itu ikutilah orang yang benar dalam ketaatan kepada Allah.

Dari keterangan diatas manusia harus  selalu optimis walau banyak rintangan yang selalu menghadang seperti yang ditimpa oleh salah satu penyidik KPK  disiram air keras oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. semoga hal ini menjadi renungan buat kita semua.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *