Membolak-balik Al-Qur’an dengan dengan Menggunakan Air Liur

Salah satu tata krama menghormati kitab suci Al-Qur’an adalah saat memegangnya harus dalam kondisi suci dari hadas besar maupun hadas kecil.

Baca juga:https://masholeh.com/agar-kelak-mendapatkan-syafa-at-perbanyak-membaca-al-quran/

Fenomena di masyarakat, banyak orang yang membaca Al-Qur’an ketika hendak membolak-balikan halamannya mereka menggunakan air liur. Sebetulnya kebiasaan seperti ini diperbolehkan atau tidak sih?

Baca juga: https://masholeh.com/adab-orang-yang-membaca-al-quran/

Pada prinsipnya, Air liur hukumnya tidak najis kecuali bila sudah bercampur dengan najis. Dalam hal ini, seorang yang hendak membolak-balikan al-Qur’an tak etis menggunakan hal yang menjijikkan.

Baca juga: https://masholeh.com/niat-membaca-al-quran-wajibkah/

Syeh Husein bin Ibrahim dalam kitab Qurratul Ain bi Fatawa Ulama al-Haramain mengutip pendapat dari Syeh Ibnu al-Haj dalam kitab al-Madkhal yang menjelaskan

لا يجوز مسح لوح القرآن أو بعضه بالبصاق ويتعين على معلم الصبيان منعهم ذلك

Tak diperbolehkan menyentuh halaman al-Qur’an atau sebagiannya dengan air liur. Dan untuk teruntuh para guru melarang anak-anak didiknya melakukan hal itu.

Baca juga: https://masholeh.com/jangan-jadikan-al-quran-sebagai-pajangan-tapi-pelajari-isinya/

Menurut Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu menyatakan bahwa orang yang melakukan kebiasaan menggunakan air liur untuk membolak-balikan al-Qur’an tak sampai kufur bahkan pendapat murid-murid Imam Syafi’i (Syafi’iyah) mengatakan perbuatan tersebut dimaafkan.

Bagikan

moh afif sholeh

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *