Hukum Membolak-balik Al-Qur’an dengan dengan Menggunakan Air Liur

Al-Qur’an kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk umat manusia juga sebagai rahmat untuk alam semesta. Sayangnya, sebagian umat Islam kurang memahami sehingga dirinya bukan menjadi penebar rahmat melainkan menebar laknat atau suka menyalahkan orang lain terutama yang berbeda dengan dirinya.

Fenomena ini berawal dari pemahaman terhadap kitab suci yang sepotong-sepotong saja, tidak komprehensif. Padahal Al-Qur’an diibaratkan lautan yang tak bertepi maka dibutuhkan ilmu-ilmu pendukung lainnya.

Salah satu tujuan pokok Al-Qur’an adalah memberikan rahmat (kasih sayang) kepada siapapun sehingga terjalin hubungan yang baik sesama manusia dan kepada Tuhannya

Salah satu tata krama menghormati kitab suci Al-Qur’an adalah saat memegangnya harus dalam kondisi suci dari hadas besar maupun hadas kecil.

Baca juga:http://masholeh.com/agar-kelak-mendapatkan-syafa-at-perbanyak-membaca-al-quran/

Fenomena di masyarakat, banyak orang yang membaca Al-Qur’an ketika hendak membolak-balikan halamannya mereka menggunakan air liur. Sebetulnya kebiasaan seperti ini diperbolehkan atau tidak sih?

Baca juga: http://masholeh.com/adab-orang-yang-membaca-al-quran/

Pada prinsipnya, Air liur hukumnya tidak najis kecuali bila sudah bercampur dengan najis. Dalam hal ini, seorang yang hendak membolak-balikan al-Qur’an tak etis menggunakan hal yang menjijikkan.

Baca juga: http://masholeh.com/niat-membaca-al-quran-wajibkah/

Syeh Husein bin Ibrahim dalam kitab Qurratul Ain bi Fatawa Ulama al-Haramain mengutip pendapat dari Syeh Ibnu al-Haj dalam kitab al-Madkhal yang menjelaskan

لا يجوز مسح لوح القرآن أو بعضه بالبصاق ويتعين على معلم الصبيان منعهم ذلك

Tak diperbolehkan menyentuh halaman al-Qur’an atau sebagiannya dengan air liur. Dan untuk teruntuh para guru melarang anak-anak didiknya melakukan hal itu.

Baca juga: http://masholeh.com/jangan-jadikan-al-quran-sebagai-pajangan-tapi-pelajari-isinya/

Menurut Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu menyatakan bahwa orang yang melakukan kebiasaan menggunakan air liur untuk membolak-balikan al-Qur’an tak sampai kufur bahkan pendapat murid-murid Imam Syafi’i (Syafi’iyah) mengatakan perbuatan tersebut dimaafkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *