Menelantarkan Keluarga, Berdosakah Suami?

Dalam berkeluarga seringkali terjadi cekcok mulut antara suami dan istri, bisa disebabkan suami tak transparan akan keuangan atau lebih mengutamakan orang lain dalam urusan bantuan finansial sehingga berdampak pada nafkah yang diberikan kepada istrinya menjadi berkurang. Bila hal itu

Dalam berkeluarga seringkali terjadi cekcok mulut antara suami dan istri, bisa disebabkan suami tak transparan akan keuangan atau lebih mengutamakan orang lain dalam urusan bantuan finansial sehingga berdampak pada nafkah yang diberikan kepada istrinya menjadi berkurang.

Bila hal itu terjadi maka status suami lebih peduli kepada orang lain, padahal memberi bantuan baik berupa materi maupun yang lain hukumnya sunnah. Sedangkan menafkahi keluarga agar tak terlantar hukumnya wajib. Dalam kondisi seperti ini, suami termasuk kategori telah melakukan kesalahan atau tidak?

Untuk menjawabnya, ada sebuah Hadist yang baik untuk menjelaskan permasalahan ini, yaitu Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يَقُوتُ ». رواه أبو داود

Artinya: diriwayatkan dari Abdillah bin Amr berkata: Rasulullah bersabda:”cukuplah seseorang mendaptkan dosa bila ia menelantarkan orang yang wajib ia nafkahi.” )HR. Abu Dawud)

Menurut Imam al-Munawi dalam Fathul Qadir menjelaskan  bahwa hadist diatas berkaitan tentang kewajiban memberikan nafkah kepada keluarga atau orang yang wajib ia nafkahi sebatas kemampuannya. Bila ia dengan sengaja melalaikan kewajibannya maka ia akan berdosa.

Sedangkan menurut Syeh al-Khattabi dalam Ma’alim as-Sunan menjelaskan bahwa Hadist diatas melarang untuk bersedekah melebihi nafkah untuk keluarganya walaupun untuk tujuan mendapatkan pahala. Bila hal itu menjadikan kendala bagi keluarganya dengan tak terpenuhinya kebutuhan mereka maka ia malah berdosa atas perbuatannya.

Maka dari itu seorang suami harus mengetahui dan mampu membagi kebutuhan yang menjadi prioritas utama dan pelengkap hidupnya sehingga tak ada hak orang lain yang terabaikan.

Leave a Reply