ilmu

Mengaku Ahlu Sunnah, Ini Prilaku yang Harus Diikuti

Fenomena saat ini, Umat islam diuji persoalan internal yaitu sesama muslim saling fitnah, tuduh menuduh, saling sesat menyesatkan satu dan yang lainnya gara-gara sebagian menyatakan memiliki kebenaran yang sesuai ajaran dari Nabi, disatu sisi golongan yang disalahkan hanya disebabkan mengikuti pendapat ulama’ saja, tidak merujuk kepada Al-Qur’an dan Hadits secara langsung dan dianggap liberal.

Menyikapi perbedaan ini, umat islam seharusnya berusaha mencari titik persamaan bukan memperbesar perbedaan yang menjadikan umatnya saling bermusuhan. Jika diteliti secara mendalam, orang yang mengaku mengikuti Al-Qur’an dan Hadits juga pasti mengikuti para beberapa ulama’ dalam berbagai bidang seperti ilmu Al-Qur’an, ilmu Qira’at, ilmu Tafsir, ilmu musthalah hadits, ilmu jarh wa ta’dil, ilmu takhrij hadist, dan lain-lain. Kebanyakan disiplin ilmu-ilmu ini merupakan karya ulama’ maka dari sini seharusnya saling menghargai, jangan sampai mengaku paling mengikuti sunnah  Nabi tetapi secara diam-diam malah menghancurkan islam dari dalam dengan cara menyerang sesama muslim yang berbeda dengan dirinya.

Imam Ibnu Hajar dalam Fatawanya menjelaskan bahwa orang yang mengaku ahli sunnah harus memiliki prilaku yang sesuai dengan ajaran Nabi,

وَمِنْ آدَابِ أَهْلِ السُّنَّةِ أَرْبَعَةُ أَشْيَاءَ لَا بُدَّ لَهُمْ مِنْهَا : الِاقْتِدَاءُ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالِافْتِقَارُ إلَى اللَّهِ تَعَالَى وَالِاسْتِغَاثَةُ بِاَللَّهِ وَالصَّبْرُ عَلَى ذَلِكَ إلَى الْمَمَاتِ .

Dan diantara adab atau etika orang yang mengaku ahli sunnah) harus memiliki empat criteria ini. Pertama, mengikuti ajaran Rasulullah baik perkataan, perbuatan, maupun ketetapannya. Kedua, selalu membutuhkan pertolongan dan petunjuk kepada Allah. Ketiga, selalu meminta pertolongan kepada-Nya. Keempat, memegang teguh ajaran Nabi sampai ia meninggal dunia.

Dari penjelasan ini, orang yang mengaku cinta kepada Tuhannya akan selalu mengikuti perintah-Nya dengan mengikuti ajaran rasul-Nya sesuai dengan kemampuan dirinya karena tak ada manusia yang sanggup mengikuti Nabi secara keseluruhan.

Salah sifat Nabi yang perlu diikuti umatnya adalah sifat rendah hati atau tawadhu’ kepada siapapun, Nabi sangat menyayangi fakir miskin dan tak mudah menyalahkan orang lain apalagi melaknat, mencaci maki orang lain yang berbeda dengannya. Maka dari itu sebagai umatnya harus mampu memperlihatkan sopan santun dalam perbuatan bukan klaim ucapan paling mengikuti sunnahnya tapi tak mengikuti prilaku Nabinya.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *