Penting Diketahui, dalam Mengamalkan Ajaran Agama harus sesuai Aturan - masholeh.com
0 views

Penting Diketahui, dalam Mengamalkan Ajaran Agama harus sesuai Aturan

Islam telah mengatur tata cara beribadah yang benar dan sesuai dengan ajaran serta melarang hambanya untuk tidak berlebih-lebihan dalam mempraktekkan ajaran agama dikhawatirkan akan memberatkannya. Padahal ajaran Islam tak ada yang memberatkan hambanya, justru sangat meringankan.

Kitab Waraqat bag. 4 tentang Pembagian Kalam dalam Ilmu Usul Fikih

Kitab Waraqat bag. 4 tentang Pembagian Kalam dalam Ilmu Usul Fikih

Islam telah mengatur tata cara beribadah yang benar dan sesuai dengan ajaran serta melarang hambanya untuk tidak berlebih-lebihan dalam mempraktekkan ajaran agama dikhawatirkan akan memberatkannya. Padahal ajaran Islam tak ada yang memberatkan hambanya, justru sangat meringankan.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim berbunyi,

وعن ابن مسعود رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: “هلك المتنطعون” قالها ثلاثا، رواه مسلم

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu Anhu bahwasanya Nabi bersabda:”Akan hancur orang yang memberatkan diri. Nabi mengucapkannya sebanyak tiga kali. (HR. Muslim).

Baca juga: http://masholeh.com/benarkah-orang-yang-paham-agama-akan-menjadi-baik/

Imam Nawawi dalam Riayadhu Sholihin menjelaskan maksud hadits diatas adalah orang yang berlebih-lebihan dalam urusan ibadah akan memberatkan dirinya sehingga ia akan mengalami kehancuran.

Imam Suyuthi dalam kitab Asybah Wa Nadhair menjelaskan tentang cara mengamalkan ajaran agama harus sesuai dengan aturan. Dalam hal ini, ia membagi menjadi empat kategori:

Baca juga:http://masholeh.com/ini-tujuan-agama-sesungguhnya/

Pertama, Ajaran yang tak boleh ditambahi atau dikurangi sedikitpun seperti jumlah raka’at shalat fardhu.

Kedua, ajaran yang boleh dikurangi atau ditambahkan seperti mengulangi basuhan sebanyak tiga kali dalam bersuci.

Ketiga, Ajaran yang tak boleh ditambahi tapi boleh dikurangi, misalnya dalam khiyar syarat yaitu hak pembeli atau penjual, atau keduanya, untuk melanjutkan atau membatalkan transaksi selama masih dalam masa tenggang yang disepakati kedua belah pihak. Ini diperbolehkan sampai batas tiga hari. Melebihi masa ini maka tidak diperbolehkan.

Keempat, Ajaran yang tak boleh dikurangi tapi boleh ditambahi, misalnya dalam bersuci dari hadas boleh lebih dari tiga kali. Begitu juga dalam kesaksian, boleh lebih dari dua namun tak boleh dikurangi.

Dari penjelasan ini, orang yang beragama tak boleh bersikap berlebihan atau fanatik dalam menjalankan ajaran agama sehingga tak memberatkan dirinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *