Mengenal Karakteristik Mukjizat Al-Qur’an - masholeh.com
5 views

Mengenal Karakteristik Mukjizat Al-Qur’an

Al-Qur’an merupakan mukjizat yang diberikan kepada Nabi Muhammad Saw juga sebagai kitab suci pedoman umat islam. Di dalamnya banyak menjelaskan tentang kisah-kisah inspiratif yang mengharukan dan dijadikan pijakan dalam mengarungi bahtera kehidupan sehingga akan termotivasi menjadi lebih baik.

Menurut imam al-Asfihani dalam Muqaddimah Tafsirnya menjelaskan bahwa mukjizat para Nabi terbagi menjadi dua kategori. Pertama, mukjizat yang kongkrit atau nyata (hissi) yaitu sesuatu yang bisa dilihat dan dirasa seperti untanya Nabi Shaleh, tongkat Nabi Musa. Kedua, mukjizat yang bisa dicerna oleh akal manusia seperti kabar hal-hal ghaib maupun hakikat sesuatu.

Mukjizat Al-Qur’an lebih banyak mengandung hal yang membutuhkan pencernaan akal manusia lebih-lebih umat Nabi Muhammad diberikan keistimewaan berupa kecerdasan dan pemahaman yang sempurna sehingga syariatnya bertahan lama sampai hari kiamat.hal ini sesuai keterangan dalam sebuah hadits,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ الْأَنْبِيَاءِ نَبِيٌّ إِلَّا أُعْطِيَ مَا مِثْلهُ آمَنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ وَإِنَّمَا كَانَ الَّذِي أُوتِيتُ وَحْيًا أَوْحَاهُ اللَّهُ إِلَيَّ فَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ تَابِعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ. رواه البخاري

Artinya: diriwayatkan dari Abi Hurairah berkata: Nabi Muhammad bersabda: “Tidak ada seorang Nabi kecuali diberikan beberapa mukjizat yang tak bisa diserupai oleh apapun sehingga manusia menjadi beriman. Sungguh yang diberikan kepadaku hanyalah wahyu yang diberikan oleh Allah, maka aku berharap menjadi yang paling banyak pengikutnya di hari kiamat.” (HR. Bukhari).

 

Menurut imam Suyuti dalam kitab al-Itqan menjelaskan bahwa mukjizat para Nabi terdahulu akan hilang, sirna sesuai masa yang telah ditentukan. Sedangkan mukjizat al-Qur’an akan kekal sampai hari kiamat mulai dari struktur keindahan bahasanya serta tentang kabar yang akan terjadi muncul satu persatu sebagai bukti kebenarannya.

Sedangkan menurut Abu Zahrah dalam Mukjizat al-Kubra Al-Qur’an menjelaskan bahwa risalah Nabi Muhammad Saw akan abadi karena Ia sebagai penutup Nabi dan tak ada Nabi setelahnya maka mukjizat yang diberikan sesuai dengan misi yang tak lekas hilang oleh perubahan waktu.

Dari penjelasan ini dapat dipahami bahwa al-Qur’an sebagai mukjizat yang selalu memberikan inspirasi yang tak akan basi serta orang yang membaca, mempelajarinya bahkan mengamalkan isinya maka akan selalu mendapatkan pahala dan kemulian saat di dunia, di kuburan bahkan sampai akhirat kelak.

Baca juga: http://masholeh.com/surat-al-fatihah-memuat-isi-pokok-kandungan-al-quran/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *