Mengungkap Makna “Rahmat” dalam Al-Qur’an (Bagian 1)

Di dalam Al-Qur’an kata Rahmat termuat dalam banyak tempat serta memiliki arti yang berbeda satu dengan yang lainnya. Hal ini sebagai gambaran bahwa betapa dalamnya ilmu al-Qur’an yang harus diungkap dan digali oleh umat islam agar mudah dipahami dan mendapatkan pemahaman yang benar sehingga mampu mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Imam Suyuthi dalam karya monumentalnya yang berjudul al-Itqan fi Ulum al-Qur’an mengupas beberapa kata yang mempunyai makna atau arti lebih dari satu. Diantaranya adalah kata “Rahmat” yang biasa diartikan kasih sayang. Bahkan Nabi Muhammad sendiri diutus oleh Allah untuk menebar kasih sayang kepada semua makhluk tak terbatas golongannya saja apalagi suku maupun rasnya semata. Lebih jelasnya, akan dikupas satu persatu makna yang terkandung dalam kata “rahmat” sebagai berikut:

Pertama. Kata ini berarti Islam. Hal ini sesuai  dengan ayat yang berbunyi,

يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ مَن يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ (74

Allah menentukan rahmat-Nya (kenabian) kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. Ali Imran: 74).

Imam thabari dalam ayat ini menafsirkan bahwa kata rahmat berarti islam dan al-Qur’an serta kedudukan yang tinggi yaitu menjadi nabi. Dari sini, Allah memiliki hak prerogratif untuk menjadikan seseorang menjadi lebih baik ataupun tidak, menjadi orang yang dikasihi atau orang yang dimurkai.

Kedua, kata “rahmat” berarti ImanHal ini sesuai  dengan ayat yang berbunyi,

قَالَ يَا قَوْمِ أَرَأَيْتُمْ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّي وَآتَانِي رَحْمَةً مِّنْ عِندِهِ فَعُمِّيَتْ عَلَيْكُمْ أَنُلْزِمُكُمُوهَا وَأَنتُمْ لَهَا كَارِهُونَ (28

Berkata Nuh: “Hai kaumku, bagaimana pikiranmu, jika aku ada mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku, dan diberinya aku rahmat dari sisi-Nya, tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apa akan kami paksakankah kamu menerimanya, padahal kamu tiada menyukainya?” (QS. Hud: 28)

Menurut izzuddin bin Abdissalam yang dikenal Sulthan Ulama’ dalam tafsirnya menjelaskan bahwa kata “rahmat” disini diartikan sebagai keimanan atau kenabian.

Ketiga, berarti surgaHal ini sesuai  dengan ayat yang berbunyi,

وَأَمَّا الَّذِينَ ابْيَضَّتْ وُجُوهُهُمْ فَفِي رَحْمَةِ اللَّهِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (107

Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya. (QS. Ali Imran: 107).

Menurut imam Khazin dalam tafsirnya yang berjudul Lubab at-Ta’wil fi Ma’ani at-Tanzil menjelaskan bahwa kata rahmat disini berarti surga. Penamaan ini didasarkan bahwa surga merupakan tempat turunnya rahmat, begitu juga seorang hamba tak akan masuk surga tanpa mendapatkan rahmat dari-Nya.

Keempat, berarti air hujanHal ini sesuai  dengan ayat yang berbunyi,

وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنَاهُ لِبَلَدٍ مَّيِّتٍ فَأَنزَلْنَا بِهِ الْمَاءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ ۚ كَذَٰلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ (57

Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. (QS. al-A’raf: 57)

Menurut Imam Khazin bahwa kata rahmat berarti air hujan. Hal ini dikarenakan bahwa air hujan merupakan rahmat bagi kehidupan terutama bumi yang mati menjadi subur kembali.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *