Mengupas Esensi Shalat

Salah satu Rukun Islam ialah perintah untuk menjalankan Shalat. Menurut bahasa Shalat berarti Doa, sedangkan Shalat menurut Istilah berarti ucapan-ucapan maupun perbuatan yang diawali dengan Takbir dan diakhiri dengan Salam dengan Syarat yang telah ditentukan, ia merupakan ritual ibadah yang berkaitan dengan waktu, serta sebagai Syiar tegaknya ajaran agama.


Imam Syatibi dalam kitabnya Al Muwafaqat menyatakan:
المقاصد أرواح الأعمال

Artinya: Tujuan akhir merupakan ruh sebuah ajaran.

Dalam Al Qur’an maupun Sunnah Rasul banyak menjelaskan tentang tujuan dasar shalat, diantaranya:

Pertama, untuk mengingat Allah(Dikir), Pada hakikatnya Shalat mengajarkan kita sebuah komunikasi yang intens antara Makhluk dengan sang Khalik, serta adanya penghambaan diri sepenuhnya terhadap Allah Dzat yang mengatur segala yang ada di alam semesta ini, karena shalat sebagai amalan yang utama untuk mendekatkan diri kepadaNya. Sebelum melakukan shalat ada syarat yang harus terpenuhi yaitu bersuci segala najis, baik badan, pakaian maupun tempat, ini mengisyaratkan kepada kita bahwa untuk meghadap Allah diperlukan kesiapan mental menghadapi Sang Maha Suci(Al Quddus).

Kedua, Shalat berfungsi mencegah dari perbuatan keji dan munkar, menurut Ibnu Abbas kata الفحشاء berarti maksiat, danالمنكر berarti sesuatu yang tidak dikenal dalam Syari’at Islam dan Sunnah Nabi. Sedangkan menurut Syeh Nawawi Al Bantani dalam tafsirnya menjelaskan tentang الفحشاء berarti larangan untuk menafikan/meniadakan adanya Tuhan atau disebut Atheis المعطلة , Sedangkan kata المنكر berarti menetapkan adanya Tuhan selain Allah atau bisa disebut Musyrik. Maka ketika orang yang shalat mengucapkan takbir mengisyaratkan uacapan الله mengakui adanya Tuhan, serta membantah orang yang tidak percaya kepada Tuhan, sedangkan ucapan أكبر berati Tuhan yang Maha Agung hanya satu saja bukan terdiri dari berbagai macam Tuhan.

Ketiga, Shalat mengajarkan kerukunan sesama manusia, terbukti bacaan Salam sebagai doa keselamatan kepada sekitar kita, baik yang dikenal maupun tidak. Hal ini sesuai Hadis Nabi yang berbunyi:

المسلم من سلم الناس من لسانه ويده والمهاجر من هجر ما نهى الله عنه.

Artinya: Orang muslim yang baik adalah orang yang memberikan keamanan orang lain dari ganguan ucapan dan tangannya, serta orang yang Hijrah adalah orang yang meninggalkan laranganNya.

Dari penjelasan ini, orang muslim yang taat mejalankan perintah agama selalu menjaga perkataan serta prilakunya agar tidak meyakiti orang lain, serta berusaha menjauhkan diri dari sikap yang tidak diridhoi oleh sang Maha Pencipta.

Keempat, Shalat mempersatukan Umat Islam seluruh dunia, terbukti orang yang Shalat pasti menghadap Kiblat, hal ini sebagai titik persamaan walaupun berbeda tempat, ras, pilihan maupun pendapat. Sungguh ajaran Islam sangat mulia tidak hanya mengajarkan urusan Spiritual saja, namun masalah kehidupan sehari-hari, mulai masalah kebersihan sampai masalah persatuan di masyarakat.

Bagikan

Tinggalkan Balasan