Tanda Cinta Kepada Nabi selalu Menyayangi Fakir Miskin - masholeh.com
0 views

Tanda Cinta Kepada Nabi selalu Menyayangi Fakir Miskin

Realita dimasyarakat, banyak orang termarjinalkan, tersisih, dikucilkan oleh yang lain karena ketiadaan harta maupun kasta sehingga malu untuk berteman, berinteraksi dengan sekitar. Padahal Nabi Muhammad sebagai seorang Rasul mengajarkan kepada kita agar mencintai kaum yang lemah baik secara materi maupun non materi. Hal ini agar terwujud persaudaraan sesama umat Islam yang baik sehingga menjadi umat yang kuat dan bermartabat.

cinta nabi

cinta nabi

Allah SWT Dzat yang menciptakan segala makhluknya, ada yang kaya juga ada yang kurang biaya, ada yang terhormat juga ada yang hina amat. Dari sini, Allah menguji seberapa besar keimanan dan kepedulian seseorang kepada sesama manusia agar tercipta keharmonisan yang merata.

Realita dimasyarakat, banyak orang termarjinalkan, tersisih, dikucilkan oleh yang lain karena ketiadaan harta maupun kasta sehingga malu untuk berteman, berinteraksi dengan sekitar. Padahal Nabi Muhammad sebagai seorang Rasul mengajarkan kepada kita agar mencintai kaum yang lemah baik secara materi maupun non materi. Hal ini agar terwujud persaudaraan sesama umat Islam yang baik sehingga menjadi umat yang kuat dan bermartabat.

Baca juga: http://masholeh.com/keistimewaan-orang-menyayangi-fakir-miskin/

Dalam Al-Qur’an, Allah mengingatkan kepada Nabi agar selalu bersama orang yang tekun beribadah walau mereka tak memiliki biaya atau kekurangan akan harta.

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا (28)

Artinya:”Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS. Al-Kahfi/28).

Baca juga : http://masholeh.com/3-wasiat-nabi-kepada-anas-bin-malik-agar-mendapatkan-keberkahan-hidup/

Menurut Imam Ar-Razi dalam tafsirnya Mafatih al-Ghaib menjelaskan bahwa ketika tokoh-tokoh terkemuka suku Quraisy berkumpul, mereka meminta kepada Nabi agar tak mengajak orang-orang fakir miskin ikut bersama Nabi. Lantas Nabi diingatkan oleh Allah agar menggauli mereka dengan baik tanpa meremehkan sedikitpun serta tak memandang rendah mereka dikarenakan kurang akan materi.

Baca juga : http://masholeh.com/strategi-dakwah-nabi-mengenalkan-ajaran-islam-yang-mudah-dan-ringan-terlebih-dahulu/

Sedangkan menurut Abu al-Lais as-Samarkandi dalam Tanbih al-Ghafilin menjelaskan bahwa Nabi Muhammad diperintahkan untuk bergaul dengan fakir miskin karena mereka termasuk orang yang diberikan kesabaran yang tinggi dan selalu konsisten dalam beribadah serta mampu menahan hawa nafsunya dari hal terlarang.

Dari penjelasan ini dapat dipahami bahwa orang miskin diperlakukan secara baik dan mulia oleh Nabi, maka dari itu, kita sebagai umatnya harus mengikuti jejak beliau menyayangi dan peduli kepada mereka agar mendapatkan syafaat dari Nabi dan doa dari fakir miskin yang dikabulkan oleh Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *