Tafsir Mimpi

Mimpi Bertemu Nabi Ya’kub, Ini Pertanda Apa?

tidur, tafsir mimpi, mimpi, mimpi bertemu nabi

Imam Suyuthi dalam kitab Syarkhu as-Syudur mengutip pendapat Imam al-Yaf’i yang menyatakan bahwa orang yang melihat orang yang telah meninggal dunia dalam keadaan baik maupun buruk termasuk rahasia yang diungkap oleh Allah dengan tujuan sebagai kabar gembira, nasehat atau untuk kebaikan bagi orang yang meninggal dunia atau untuk menyelesaikan perihal hutangnya atau tujuan lain.

Hal ini kebanyakan dalam kondisi serang bermimpi atau bertemu langsung sebagai bukti karamah para wali atau orang yang mendapatkan kedudukan mulia di sisi Allah seperti para Nabi dan Rasul maupun orang-orang shaleh.

Baca juga: Santri Kepepet (vol.2) Kepergok Bu Nyai dalam Mimpi

Bila seseorang bermimpi bertemu dengan Nabi maupun Rasul, apakah ini pertanda baik ataupun buruk bagi orang tersebut?

Menurut Imam Abdul Ghani An-Nablusi dalam kitab Ta’thirul Anam fi Ta’biril Manam menjelaskan bila seseorang mimpi bertemu dengan Nabi Ya’kub bin Ishak bin Ibrahim Alaihimussalam maka itu pertanda baik. Ini penjelasan selengkapnya

ﺑﺎﺏ اﻟﻴﺎء (ﻳﻌﻘﻮﺏ ﻋﻠﻴﻪ اﻟﺴﻼﻡ) ﻣﻦ ﺭﺁﻩ ﻓﻲ اﻟﻤﻨﺎﻡ ﺭﺯﻕ ﻗﻮﺓ ﻭﻧﻌﻤﺔ ﻇﺎﻫﺮﺓ ﻭﺃﺯﻭاﺟﺎ ﻭﺃﻭﻻﺩا ﺃﻗﻮﻳﺎء ﻣﺘﻈﺎﻫﺮﻳﻦ ﻭﻧﺎﻝ ﻣﻦ ﻗﺒﻞ ﺃﺣﺪﻫﻢ ﺣﺰﻧﺎ ﺛﻢ ﻳﻔﺮﺝ ﻋﻨﻪ ﻭﻳﺴﺮ ﻭﺗﻘﺮ ﻋﻴﻨﻪ ﺑﻤﺎ ﺃﺣﺐ

Barangsiapa bermimpi bertemu dengan Nabi Ya’kub Alaihissalam maka ia akan mendapatkan rizki berupa kekuatan dan nikmat yang banyak serta mendapatkan istri dan anak-anak yang kuat dan menjadi tokoh masyarakat walau diawali dengan kesusahan tetapi setelahnya akan diberikan kemudahan oleh Allah dan pada akhirnya diberikan ketenangan dengan apa yang ia kagumi.

Baca juga: Mimpi Bertemu Rasulullah, khusus Orang Baik Sajakah?

Di dalam Fatawa al-Imam An-Nawawi termuat sebuah pertanyaan seputar mimpi bertemu Nabi Muhammad, apakah hanya terbatas kepada orang shaleh saja, atau untuk orang yang kurang baik akhlaknya, maupun prilakunya?

Ia menjawab bahwa mimpi bertemu Nabi Muhammad tak hanya terbatas kepada orang baik(shaleh) saja, namun semua kalangan bisa bermimpi dengan Nabi Muhammad. Mimpi ini sebagai kabar gembira terhadap seorang hamba yang dikehendaki-Nya, dan Syaithan tak
mampu menyerupai fisik atau penampilan Nabi.

Hal ini tidak terbatas kepada Nabi Muhammad semata namun kepada para Nabi dan Rasul yang lain. Maka dari itu setiap orang yang bermimpi seyogyanya untuk berkonsultasi kepada orang yang mengerti akan tafsir mimpi serta tidak bercerita kepada orang yang tak pantas mendengarnya karena akan terjadi fitnah atau hanya mengada-ada saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *